Sinergi Umara, Ulama, dan Pengusaha, Kunci Sukses Syaharuddin Alrif Membangun Sidrap

Jum'at, 13 Maret 2026
Sinergi Umara, Ulama, dan Pengusaha, Kunci Sukses Syaharuddin Alrif Membangun Sidrap

Sinergi Umara, Ulama, dan Pengusaha, Kunci Sukses Syaharuddin Alrif Membangun Sidrap

Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menegaskan, keberhasilan pembangunan daerah tidak lepas dari kolaborasi harmonis antara tiga elemen utama: pemerintah (umara), ulama, dan pengusaha (aghniya). 

Hal tersebut disampaikannya dalam rangkaian Safari Ramadan sekaligus pemaparan capaian satu tahun kepemimpinannya di Kediaman Usman Appas, Kecamatan Kulo, Jumat (13/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Wakil Bupati Nurkanaah, Sekda Andi Rahmat Saleh, Kepala Kantor Kemenhaj Muhammad Syairin, Ketua Dharma Wanita Andi Rieskha Rahmat, anggota DPRD, serta tokoh masyarakat dan agama setempat.

“Bupati tidak bisa bekerja sendiri. Kita menggabungkan unsur pemerintah, unsur ulama pendidik dan cendekiawan, serta unsur orang dermawan atau pengusaha. Tiga unsur inilah yang membangun pemerintah yang kuat dan melayani,” ujar Syaharuddin di hadapan tamu undangan dan masyarakat.

Dalam acara tersebut, Bupati Syaharuddin juga memaparkan sejumlah lompatan besar yang dirasakan masyarakat selama setahun terakhir. 

"Fokus utama adalah penyelesaian masalah krusial di sektor pertanian dan peternakan yang menjadi urat nadi ekonomi Sidrap," terangnya.

Bupati menuturkan, masalah klasik seperti fluktuasi harga telur dan gabah, serta tersumbatnya distribusi pupuk yang menjadi keluhan tahun lalu, kini telah dibereskan. 

Harga telur kini stabil, memberikan kenyamanan bagi peternak dan pedagang. Sementara di sektor pertanian, kelancaran distribusi pupuk berdampak langsung pada kenaikan harga gabah yang kini menyentuh angka Rp7.300 per kilogram.

Lebih jauh Syaharuddin mengutarakan, sinergi dengan sektor swasta, seperti PT Cahaya Mario Brother Group, juga memastikan rantai pasok pakan dan obat-obatan tetap lancar, sehingga permintaan telur dari pasar tidak mengalami kendala pembayaran.

Keberhasilan sinergi tiga pilar ini, sambungnya tercermin jelas pada data makro ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi Sidrap yang sebelumnya berada di angka 4%, kini melesat tajam ke angka 7,71%. 

Seiring dengan itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 5% menjadi 4%, yang diikuti dengan penurunan angka pengangguran serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Maju itu artinya ada peningkatan. Dulu di gudang telur penuh karena tidak laku, sekarang konsumen yang antre. Prestasi ini bahkan membawa Sidrap naik dari urutan ke-24 menjadi peringkat pertama di Sulawesi Selatan, hingga kementerian dari Jakarta turun langsung untuk melihat kemajuan peternakan kita,” jelasnya.

Selain pencapaian materiil, Syaharuddin juga menekankan pentingnya menjaga kultur masyarakat Sidrap yang berbasis pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan perdagangan. 

Visi besarnya adalah memperkuat identitas Sidrap sebagai lumbung beras, lumbung telur, lumbung energi terbarukan, hingga lumbung penghafal Al-Qur'an.

Acara ditutup dengan salat Tarawih berjemaah dan pengundian doorprize bagi masyarakat yang hadir.

Pewarta: ABDUL HASAN 
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...