Tingkatkan Nilai Ekonomi Jagung, Mahasiswi KKN-T Unhas Latih Warga Toddang Pulu Produksi Puding Kemasan

Rabu, 5 Agustus 2026
Tingkatkan Nilai Ekonomi Jagung, Mahasiswi KKN-T Unhas Latih Warga Toddang Pulu Produksi Puding Kemasan

Tingkatkan Nilai Ekonomi Jagung, Mahasiswi KKN-T Unhas Latih Warga Toddang Pulu Produksi Puding Kemasan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu berupa pelatihan pembuatan Silky Corn Pudding Cup di Posko KKN-T Inovasi Desa 116, Kelurahan Toddang Pulu, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah jagung menjadi produk pangan olahan bernilai tambah dan memiliki daya simpan lebih lama. 

Pelatihan diikuti ibu-ibu PKK dan pemuda karang taruna Kelurahan Toddang Pulu.
Pelatihan berlangsung sekitar tiga jam, dimulai pukul 15.00 Wita. 

Materi yang diberikan meliputi tahapan pengolahan bahan baku, mulai dari pemipilan jagung manis, penghalusan menggunakan blender, hingga penyaringan untuk memperoleh sari jagung. 

Selanjutnya peserta mempraktikkan proses pemasakan sari jagung bersama susu, gula, dan bahan pengental hingga menghasilkan tekstur yang lembut. Tahap akhir berupa pengemasan produk ke dalam cup plastik, proses pendinginan, dan penutupan kemasan secara higienis.

Pemilihan jagung sebagai bahan utama didasarkan pada melimpahnya komoditas tersebut di Kelurahan Toddang Pulu. Selain mudah diperoleh, jagung juga memiliki kandungan karbohidrat dan serat yang baik bagi kesehatan sehingga berpotensi diolah menjadi produk pangan bernilai ekonomi.

Penanggung jawab program, Adilah Arifin, mahasiswa Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Unhas, mengatakan pelatihan ini bertujuan memperkenalkan alternatif pengolahan jagung yang mudah diterapkan masyarakat.

Menurutnya, selama ini jagung umumnya dijual dalam bentuk pipilan atau dikonsumsi secara sederhana. Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada produk olahan yang lebih menarik, memiliki nilai jual, serta daya simpan yang lebih baik. 

Ia juga menjelaskan bahwa bahan baku dan peralatan yang digunakan mudah diperoleh sehingga dapat dipraktikkan secara mandiri setelah kegiatan berakhir.

Peserta mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai pengolahan jagung. Selama ini, jagung lebih sering diolah dengan cara direbus atau dibakar. Setelah mengikuti pelatihan, mereka memahami cara membuat puding jagung yang dapat menjadi alternatif camilan keluarga maupun peluang usaha rumahan.

Kepala Kelurahan Toddang Pulu, Mannurung, S.E., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia menyatakan pemerintah kelurahan mendukung penuh kegiatan mahasiswa KKN-T Unhas yang dinilai mampu mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi pangan lokal.

Melalui kegiatan ini, mahasiswi KKN-T Gelombang 116 Unhas berharap keterampilan yang telah diberikan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas jagung sekaligus membuka peluang usaha berbasis pangan lokal.

Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...