Perjuangan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam memperluas akses jagung pakan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) membuahkan hasil manis.
Pada tahap ketiga, Sidrap memperoleh alokasi 8.260 ton jagung untuk membantu peternak menekan biaya produksi di tengah tingginya harga bahan baku pakan.
Dari alokasi tersebut, sebanyak 3.000 ton menjadi stok awal yang akan didistribusikan kepada peternak Sidrap sembari menunggu ketersediaan pasokan berikutnya.
Hal itu disampaikan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif dalam pertemuan bersama Perum Bulog dan para peternak se-Kabupaten Sidrap, Rabu malam (21/10/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Sulselbar Fahrul Rossi, anggota DPRD daerah pemilihan I, Wakapimca Bulog Sidrap, Asisten Ekbang Andi Patahangi, Kepala Disnakkan Ahmad Dollah, serta undangan lainnya.
Syaharuddin menjelaskan, alokasi SPHP Jagung untuk Sidrap meningkat dari tahap ke tahap. Pada tahap pertama, Sidrap memperoleh 1.000 ton, kemudian meningkat menjadi 2.183 ton pada tahap kedua. Sementara pada tahap ketiga, alokasinya mencapai 8.260 ton.
“SPHP jagung yang dulu awalnya tahap pertama kita diberikan cuma 1.000 ton, tahap kedua 2.183 ton, tahap ketiga ini 8.260 ton,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan, total alokasi SPHP Jagung untuk Sulawesi Selatan pada tahap ketiga mencapai 19.000 ton.
Meski demikian, distribusi dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan stok. Untuk tahap awal, sebanyak 3.000 ton akan didistribusikan kepada peternak Sidrap sembari menunggu pasokan berikutnya.
Bupati berharap dukungan pasokan jagung melalui program SPHP dapat membantu peternak menjaga keberlangsungan usaha di tengah tingginya harga bahan baku pakan.
Ia menyebutkan, Sidrap memiliki sekitar 340 peternak dengan populasi ayam petelur kurang lebih 5,4 juta ekor dan produksi telur sekitar 5 juta butir per hari.
Selain ketersediaan jagung, pertemuan tersebut juga membahas perkembangan harga telur. Syaharuddin menyebutkan, harga telur yang dibahas pada pekan sebelumnya berada pada kisaran Rp42.000–Rp44.000.
"Pemerintah daerah terus mengawal perkembangan harga agar tetap memperhatikan kepentingan peternak dan pedagang sekaligus menjaga stabilitas inflasi," terangnya.
Syaharuddin juga menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog atas dukungan penyediaan jagung SPHP bagi peternak Sidrap.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Fahrul Rossi, menyambut baik sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam penyaluran SPHP Jagung bagi peternak.
"Bulog berkomitmen memastikan distribusi berjalan tepat sasaran dan tepat waktu untuk membantu peternak memperoleh pasokan jagung pakan," ujarnya.
Kepala Dinas Peternakan Sidrap, Ahmad Dollah, menjelaskan bahwa perluasan akses SPHP Jagung dilakukan agar peternak yang tidak tergabung dalam asosiasi maupun koperasi juga berpeluang memperoleh alokasi melalui rekomendasi dinas.
Menurutnya, peluang tersebut terbuka setelah Bupati Sidrap memperjuangkan akses rekomendasi dinas kepada pemerintah pusat.
"Dinas Peternakan kemudian melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan calon penerima benar-benar peternak aktif, sehingga penyaluran tepat sasaran," tuturnya.
Ahmad Dollah menyebutkan, pada tahap ketiga terdapat sekitar 170 peternak yang masuk dalam daftar calon penerima melalui jalur rekomendasi dinas, asosiasi, dan koperasi.
Sementara itu, sekitar 40 peternak yang belum terakomodasi pada tahap sebelumnya telah mendaftar untuk diusulkan pada tahap keempat.
Pewarta: ABDUL HASAN
Editor: NURYADIN SUKRI