Memberikan bekal pengetahuan kepada ibu dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin menghadirkan edukasi mengenai pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) sehat di Desa Aka-Akae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan bertajuk “MPASI Cerdas, Cegah Stunting Sejak Dini: Peran MPASI dalam Perkembangan Anak” tersebut dilaksanakan oleh Iis Dahalia sebagai program kerja individu mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas pada Selasa (4/8/2026), berkolaborasi dengan Puskesmas Empagae.
Edukasi diberikan kepada ibu-ibu yang memiliki anak usia bawah dua tahun (baduta) melalui dua lokasi pelayanan Posyandu, yakni Posyandu Mattirowalie II Dusun II Kampung Baru dan Posyandu Mattirowalie I Dusun I Desa Aka-Akae.
Kegiatan tersebut turut didukung oleh Bidan Desa Aka-Akae, kader Posyandu, serta tenaga kesehatan Puskesmas Empagae. Sebelum edukasi dimulai, rangkaian kegiatan diawali dengan pelayanan kesehatan balita berupa pengukuran berat badan dan tinggi badan oleh kader Posyandu, serta pemberian vitamin A oleh petugas Puskesmas Empagae.
Setelah pelayanan kesehatan selesai, penyuluhan mengenai MPASI diberikan secara individu kepada setiap ibu. Sebelum menerima materi, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal terkait pemberian MPASI.
Dalam edukasi tersebut, ibu-ibu memperoleh informasi mengenai waktu yang tepat memulai MPASI, tujuan pemberian makanan pendamping ASI, kebutuhan gizi anak sesuai usia, tahapan tekstur makanan, makanan yang dianjurkan dan perlu dihindari, hingga tips menyiapkan menu MPASI sehat dan bergizi.
Untuk mendukung pemahaman peserta, mahasiswa membagikan leaflet edukasi pemberian MPASI untuk anak usia 6–24 bulan serta leaflet resep MPASI yang dapat menjadi panduan praktis bagi ibu dalam menyiapkan makanan bagi anak di rumah.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Ibu-ibu aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan, terutama mengenai tekstur makanan yang sesuai dengan perkembangan usia anak.
Melalui penyuluhan secara individual, peserta mendapatkan penjelasan yang lebih mudah dipahami dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.
Setelah edukasi selesai, peserta kembali mengikuti post-test untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman setelah menerima materi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu mengenai pemberian MPASI yang tepat sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak.
Iis Dahalia berharap kegiatan tersebut dapat membantu ibu memahami pentingnya pemberian MPASI yang sehat, aman, dan sesuai usia anak sehingga mampu mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak secara optimal.
“Melalui edukasi ini diharapkan ibu dapat memahami pentingnya pemberian MPASI yang tepat sesuai usia sehingga dapat mendukung tumbuh kembang anak dan menjadi salah satu upaya pencegahan stunting sejak dini,” ujar Iis Dahalia.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin, Puskesmas Empagae, Bidan Desa Aka-Akae, dan kader Posyandu, kegiatan edukasi kesehatan diharapkan dapat terus memperkuat pengetahuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sejak usia dini.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI