Kesadaran anak untuk melindungi diri dari kekerasan seksual perlu dibangun sejak dini. Mereka butuh pemahaman tentang perlindungan diri sejak usia sekolah.
Melihat pentingnya hal itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Gelombang 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar edukasi Body Mapping di Desa Wanio, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidrap, pada 20–22 Juli 2026.
Program kerja individu bertajuk "Tubuhku Aman, Hatiku Nyaman: Meningkatkan Kesadaran Keamanan Tubuh dan Perlindungan Diri pada Anak melalui Body Mapping" dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Psikologi, Risda Loiza Sianipar.
Kegiatan berlangsung di Madrasah Ibtidaiyah DDI, UPT SD Negeri 1 Wanio, dan UPT SD Negeri 4 Wanio.
Edukasi tersebut menyasar siswa kelas IV dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai anggota tubuh, bagian tubuh pribadi (private parts), batasan tubuh (body boundaries), serta cara melindungi diri sebagai langkah pencegahan kekerasan seksual pada anak.
Sebanyak 31 siswa mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 9 siswa dari Madrasah Ibtidaiyah DDI, 10 siswa dari UPT SD Negeri 1 Wanio, dan 12 siswa dari UPT SD Negeri 4 Wanio.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pre-test, dilanjutkan ice breaking, penyampaian materi mengenai anggota tubuh, konsep Body Mapping, pengenalan bagian tubuh pribadi, serta perbedaan antara sentuhan aman (safe touch) dan sentuhan tidak aman (unsafe touch).
Agar materi lebih mudah dipahami, edukasi dikemas secara interaktif melalui permainan edukatif. Kegiatan kemudian ditutup dengan post-test, pembagian hadiah kepada peserta, serta dokumentasi bersama.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka mampu mengenali bagian tubuh pribadi, membedakan sentuhan aman dan tidak aman, serta memahami langkah yang harus dilakukan untuk melindungi diri.
Risda Loiza Sianipar mengatakan, melalui program Body Mapping ini ia berharap anak-anak mampu mengenali batasan tubuhnya, memahami hak atas tubuhnya sendiri, serta berani mengatakan "tidak" dan melapor kepada orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami sentuhan yang tidak aman.
Sementara itu, Wali Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah DDI, Agung, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Edukasi mengenai perlindungan diri seperti ini memang penting diberikan sejak usia sekolah dasar agar mereka mengetahui cara menjaga tubuhnya serta berani melaporkan apabila mengalami hal yang tidak semestinya. Kami berharap melalui kegiatan seperti ini semakin banyak anak yang memperoleh pengetahuan tentang perlindungan diri," ujarnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Gelombang 69 Universitas Hasanuddin berharap edukasi Body Mapping dapat meningkatkan kesadaran anak dalam menjaga keamanan tubuh sekaligus membekali mereka dengan kemampuan melindungi diri sejak dini.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI