Kreatif! Mahasiswa KKN-T Unhas Kenalkan Nugget Ikan Nila Daun Kelor untuk Tingkatkan Gizi dan Ekonomi Warga

Sabtu, 1 Agustus 2026
Kreatif! Mahasiswa KKN-T Unhas Kenalkan Nugget Ikan Nila Daun Kelor untuk Tingkatkan Gizi dan Ekonomi Warga

Kreatif! Mahasiswa KKN-T Unhas Kenalkan Nugget Ikan Nila Daun Kelor untuk Tingkatkan Gizi dan Ekonomi Warga

Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Angkatan 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan inovasi pemanfaatan potensi lokal melalui pengolahan hasil perikanan di Desa Kampale, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang. 

Melalui program kerja individu bertajuk GEMARI (Gerakan Makan Ikan Bergizi), mahasiswa memperkenalkan pembuatan nugget berbahan dasar ikan nila dan daun kelor sebagai alternatif pangan bergizi sekaligus produk bernilai ekonomi.

Program tersebut dilaksanakan oleh Olivia Nanda Suhad, mahasiswa Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Unhas, pada Kamis (30/7/2026) di rumah Hj. Ramna, Dusun II, Desa Kampale.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah ikan nila dan daun kelor menjadi produk pangan inovatif yang bergizi, memiliki nilai tambah, serta berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan.

Desa Kampale memiliki potensi sumber daya lokal berupa ikan nila dan daun kelor yang melimpah. Namun, pemanfaatannya sebagai produk olahan masih belum optimal. 

Melalui program GEMARI, masyarakat diperkenalkan pada inovasi pengolahan nugget ikan nila yang dipadukan dengan daun kelor sebagai upaya diversifikasi pangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.

Kegiatan dihadiri Kepala Desa Kampale, Ashar Sose, S.E., beserta istri, ibu-ibu PKK, dan masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya konsumsi ikan, manfaat daun kelor bagi kesehatan, serta peluang pengembangan produk olahan hasil perikanan. 

Setelah itu, peserta mengikuti demonstrasi dan praktik langsung pembuatan nugget, mulai dari persiapan bahan, proses pengolahan, hingga penyajian.

Olivia Nanda Suhad mengatakan, program tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lokal menjadi produk pangan yang bergizi sekaligus memiliki nilai jual.

"Saya ingin berbagi pengetahuan kepada masyarakat tentang cara mengolah ikan nila dan daun kelor menjadi produk pangan yang bergizi, memiliki nilai tambah, dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan. Harapannya, masyarakat dapat mempraktikkan pembuatan nugget ikan nila daun kelor secara mandiri sehingga menjadi alternatif pangan bergizi sekaligus peluang usaha yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kampale, Ashar Sose, S.E., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang praktis, bergizi, dan memiliki nilai jual.

Melalui program GEMARI, diharapkan masyarakat Desa Kampale mampu mengembangkan nugget ikan nila daun kelor sebagai inovasi pangan lokal sekaligus peluang usaha yang dapat meningkatkan nilai tambah hasil perikanan dan mendukung perekonomian keluarga.

Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...