Mappadendang Jadi Ruang Warga Buae Bersyukur dan Merawat Kebersamaan

Senin, 5 Oktober 2026
Mappadendang Jadi Ruang Warga Buae Bersyukur dan Merawat Kebersamaan

Mappadendang Jadi Ruang Warga Buae Bersyukur dan Merawat Kebersamaan

Suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan mewarnai pesta panen Mappadendang yang digelar di rumah Wa’ Dewe, Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu, Ahad (4/10/2026).

Tradisi Mappadendang menjadi momentum masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen, sekaligus menjaga tradisi dan kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif hadir langsung bersama masyarakat Desa Buae. Kehadirannya menambah hangat suasana pesta panen yang berlangsung meriah.

Warga yang hadir tampak antusias menyaksikan rangkaian Mappadendang. Suara alu dan lesung yang menjadi ciri khas tradisi tersebut berpadu dengan keceriaan warga, menciptakan suasana pesta panen yang semarak.

Turut hadir mendampingi Bupati, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perempuan, dan Perlindungan Anak, Andi Surya Praja, Camat Watang Pulu Mansyur, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Syaharuddin Alrif mengapresiasi masyarakat Desa Buae yang terus mempertahankan tradisi Mappadendang sebagai bagian dari kekayaan budaya, sekaligus ruang untuk mempererat hubungan antarmasyarakat.

Menurutnya, pesta panen tidak sekadar menjadi perayaan atas hasil pertanian, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa syukur, persaudaraan, dan gotong royong di tengah masyarakat.

“Mappadendang ini bukan hanya pesta setelah panen. Ini adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah atas hasil yang telah diberikan. Yang paling penting, tradisi seperti ini mampu mempertemukan masyarakat dalam suasana kebersamaan,” ujar Syaharuddin.

Ia mengatakan, budaya dan tradisi masyarakat harus terus dijaga karena di dalamnya terdapat nilai-nilai kebersamaan yang penting untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kalau masyarakat berkumpul seperti ini, kita bisa merasakan kebersamaan. Tradisi seperti Mappadendang harus terus kita rawat, karena ini adalah bagian dari identitas masyarakat kita,” katanya.

Bupati juga menyampaikan bahwa keberhasilan panen patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian.

“Setelah kita bersyukur atas hasil panen, mari kita terus bekerja dan meningkatkan hasil pertanian. Pemerintah akan terus berupaya hadir bersama masyarakat, terutama dalam mendukung sektor pertanian,” tuturnya.

Mappadendang di Buae pun tidak hanya menjadi perayaan panen, tetapi juga menjadi gambaran kuatnya ikatan sosial masyarakat.

Di tengah kemeriahan pesta, warga berkumpul, bersilaturahmi, dan menikmati tradisi leluhur yang tetap hidup hingga hari ini.

Pewarta: REZKY MUBARAK 
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...