Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, duduk bersama petani dari wilayah Kecamatan Watang Sidenreng untuk mendengarkan langsung kondisi pertanian sekaligus membahas langkah penanganan menghadapi dampak musim kemarau akibat fenomena El Nino.
Hal itu dilakukan dalam rapat koordinasi (rakor) pertanian bersama kelompok tani dan pemangku kepentingan di Baruga Rumah Jabatan Bupati, Jl. Lanto Daeng Pasewang, Kecamatan Maritengngae, Jumat (24/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan petani untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lapangan, khususnya terkait berkurangnya ketersediaan air di areal persawahan.
Hadir dalam pertemuan itu perwakilan kelompok tani dari sejumlah wilayah di Kecamatan Watang Sidenreng, yakni Desa Mojong, Kelurahan Sidenreng, Kelurahan Empagae, Kelurahan Kanyuara, dan Desa Aka-Akae.
Turut mendampingi Bupati, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (Dinas Pertanian) Suriyanto, Camat Watang Sidenreng Andi Saifullah, para kepala desa dan lurah, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta para ketua dan anggota kelompok tani.
Suasana rakor berlangsung hangat dan penuh dialog. Bupati memberikan kesempatan kepada setiap kelompok tani untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, serta kondisi riil yang mereka hadapi.
Satu per satu perwakilan kelompok tani menyampaikan persoalan di wilayah masing-masing. Berbagai kendala mengemuka, mulai dari menurunnya debit air irigasi, sawah yang mulai mengering, keterbatasan pasokan air untuk tanaman padi, hingga kekhawatiran terhadap potensi gagal tanam dan penurunan hasil panen apabila kondisi tersebut terus berlanjut.
Petani berharap pemerintah daerah dapat mempercepat langkah penanganan agar aktivitas pertanian tetap berjalan dan produktivitas sawah dapat dipertahankan.
Mendengarkan seluruh aspirasi petani, Bupati Syaharuddin Alrif menegaskan pemerintah daerah tidak akan membiarkan petani menghadapi persoalan tersebut sendirian. Menurutnya, setiap masukan yang disampaikan akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan di lapangan.
"Pemerintah terus hadir ketika petani menghadapi kesulitan. Saya ingin seluruh persoalan yang disampaikan hari ini dicatat dengan baik dan segera ditindaklanjuti. Jangan menunggu masalah semakin besar baru bergerak. Kita harus bekerja cepat agar sawah masyarakat tetap bisa berproduksi," tegas Syaharuddin.
Ia menilai komunikasi langsung dengan petani merupakan langkah penting agar kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Karena itu, rakor bersama petani akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan sektor pertanian, khususnya di tengah kondisi musim kemarau.
Bupati juga menginstruksikan Dinas TPHPKP bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta penyuluh pertanian lapangan untuk terus melakukan pendataan terhadap wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan dan memastikan langkah penanganan berjalan di lapangan.
Penanganan dampak kemarau sebelumnya telah dilakukan Pemkab Sidrap melalui sejumlah langkah. Bupati Syaharuddin Alrif mengerahkan mobil tangki untuk membantu pemenuhan kebutuhan air masyarakat dan sektor pertanian, menerbitkan surat edaran kewaspadaan menghadapi musim kemarau akibat El Nino, serta turun langsung meninjau kondisi sawah dan mendengar kebutuhan petani.
Pemerintah daerah juga melakukan koordinasi dengan PLN guna mempercepat penyediaan jaringan listrik bagi sumur bor dan pompa air di kawasan pertanian, sehingga upaya distribusi air ke lahan sawah dapat terus dilakukan selama musim kemarau.
Bupati Syaharuddin Alrif sebelumnya juga menggelar rapat koordinasi bersama kelompok tani dari berbagai wilayah lainnya untuk membahas kondisi pertanian yang terdampak berkurangnya ketersediaan air.
Pewarta: REZKY MUBARAK
Editor: NURYADIN SUKRI