Suasana akrab mewarnai pertemuan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif dan Bupati Malinau Wempi W. Mawa di Baruga Rujab Bupati Sidrap, Sabtu malam (25/4/2026).
Kesempatan itu menjadi momentum strategis bagi kedua kepala daerah untuk bertukar pengalaman sekaligus menjajaki potensi kerja sama antardaerah.
Turut hadir Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Ketua TP PKK Sidrap Haslindah Syaharuddin, Asisten Ekonomi Pembangunan Patahangi Nurdin, para kepala OPD dan kepala bagian Setda Sidrap, serta pejabat dari Pemerintah Kabupaten Malinau.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyambut hangat kehadiran Bupati Malinau Wempi W. Mawa. Dalam diskusi santai tersebut, keduanya menyoroti perbedaan karakteristik geografis yang menjadi tantangan unik bagi masing-masing wilayah.
“Pak Bupati sudah menjabat dua periode dengan segudang pengalaman di politik dan DPR. Kondisi Malinau dan Sidrap tentu berbeda, satu berada di wilayah perbatasan, sementara satunya lagi di Pulau Sulawesi,” ujar Syaharuddin Alrif.
Syaharuddin Alrif kemudian memaparkan profil Kabupaten Sidrap yang memiliki luas wilayah 1.883 km² dengan 11 kecamatan dan 106 desa/kelurahan.
Ia menyebutkan, Sidrap memiliki populasi padat mencapai 334 ribu jiwa, di mana Kecamatan Maritengngae menjadi pusat dengan populasi sekitar 98.450 jiwa.
“Masyarakat Sidrap memiliki etos kerja yang tinggi. Semuanya bergerak untuk meningkatkan kesejahteraan bersama,” tambahnya.
Terkait perbandingan postur APBD, Syaharuddin Alrif menyinggung perbedaan sumber pendapatan daerah. Malinau, lanjutnya, mendapatkan keuntungan dari Dana Bagi Hasil (DBH) sawit dan tambang.
Sementara itu, Sidrap yang menjadi daerah lumbung pangan masih terus memperjuangkan agar daerah penghasil pangan bisa mendapatkan alokasi DBH yang sepadan.
“Kami duduk santai sambil banyak mendengar sharing pengalaman Pak Wempi. Harapannya, kunjungan ini melahirkan kerja sama ke depan yang saling mendukung antara Kabupaten Malinau dan Kabupaten Sidrap,” harap Syaharuddin Alrif.
Sementara itu, Bupati Malinau Wempi W. Mawa mengungkapkan pertemuan di Rujab Sidrap itu sekaligus menjadi momen pamit sebelum melanjutkan perjalanan ke Toraja Utara.
Ia mengapresiasi penerimaan dan fasilitasi Pemkab Sidrap dalam serangkaian agenda studi tiru Pemkab Malinau di wilayah tersebut.
Wempi selanjutnya memaparkan profil Malinau sebagai wilayah terbesar di Kalimantan Utara, mencakup 53 persen luas provinsi, dengan garis batas negara sepanjang 504 kilometer dengan Malaysia.
“Malinau memiliki 15 suku dengan populasi 84 ribu jiwa. Potensi kami dominan di sektor pertanian, perkebunan, batu bara, emas, dan energi terbarukan melalui PLTA di sepanjang sungai,” jelas Wempi.
Wempi menambahkan, PLTA yang sedang dibangun di Malinau akan menjadi bendungan tertinggi di Asia dengan potensi total energi mencapai 3.400 MW.
“Distribusi listrik untuk IKN salah satunya akan dipasok dari Kabupaten Malinau,” ujarnya.
Selain energi, ia menegaskan 90 persen wilayah Malinau merupakan kawasan hutan yang dijaga ketat oleh masyarakat adat.
Di akhir pertemuan, Wempi turut mengundang Bupati Sidrap untuk berkunjung ke Malinau sebagai bentuk balasan persahabatan.
Pewarta: ABDUL HASAN
Editor: NURYADIN SUKRI