Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program edukasi bertajuk “Bukan Kebetulan Sehat: Gerakan Membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)” bagi siswa UPT SD Negeri 1 Timoreng Panua, Desa Bulo, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik siswa sekolah dasar mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan diare melalui pembiasaan cuci tangan pakai sabun, penggunaan jamban sehat, serta pengelolaan makanan yang higienis.
Program yang berlangsung Selasa (21/7/2026) tersebut diinisiasi oleh mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin Fransisca Budi Ayuningsih Ruliawan sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan perilaku hidup sehat pada anak usia sekolah.
Melalui pendekatan edukatif yang interaktif, siswa diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mencegah penyakit menular, khususnya diare.
Pelaksanaan program ini dilatarbelakangi oleh peningkatan kasus diare di Desa Bulo dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data Puskesmas Panca Rijang, pada 2024 tercatat sebanyak 4 kasus diare, kemudian meningkat menjadi 186 kasus pada 2025.
Hingga pekan ke-25 tahun 2026, tercatat 90 kasus diare, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang berjumlah 73 kasus.
Meskipun diare belum termasuk tiga besar penyakit terbanyak di Desa Bulo, tren peningkatan tersebut menunjukkan diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian.
Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kejadian diare adalah rendahnya penerapan PHBS, seperti kebiasaan tidak mencuci tangan dengan sabun, penggunaan jamban yang kurang sehat, serta pengolahan makanan yang tidak higienis.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal siswa mengenai PHBS dan pencegahan diare.
Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi secara interaktif menggunakan media presentasi bergambar, video edukasi enam langkah cuci tangan pakai sabun, permainan tebak gambar, diskusi, serta kuis sehingga suasana pembelajaran menjadi lebih menarik.
Materi yang diberikan meliputi pengertian PHBS, manfaat penerapan PHBS, penyebab diare, pentingnya mencuci tangan pakai sabun pada waktu-waktu penting, penggunaan jamban sehat, kebiasaan setelah menggunakan jamban, serta menjaga kebersihan makanan dan lingkungan.
Di akhir kegiatan, siswa kembali mengikuti post-test untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman setelah edukasi diberikan.
Sebagai upaya memperkuat penyampaian pesan kesehatan, mahasiswa juga menyusun dan memasang poster edukasi mengenai PHBS di ruang kelas sasaran. Poster tersebut berisi pesan utama mengenai pentingnya mencuci tangan pakai sabun, menggunakan jamban sehat, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta mencegah diare.
Media edukasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh siswa maupun guru sehingga kebiasaan hidup bersih dan sehat tetap diterapkan meskipun kegiatan KKN telah berakhir.
“Melalui program ini, kami berharap siswa tidak hanya mengetahui apa itu PHBS, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari, seperti mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan jamban sehat, serta menjaga kebersihan makanan dan lingkungan. Harapannya, kebiasaan tersebut dapat diterapkan di rumah maupun di sekolah sehingga mampu mengurangi risiko terjadinya diare serta menjadi contoh bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” ujar Fransisca Budi Ayuningsih Ruliawan.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan antusias. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti permainan edukatif, berdiskusi, serta mempraktikkan langkah-langkah cuci tangan pakai sabun dengan benar.
Penggunaan media pembelajaran yang menarik membuat siswa lebih mudah memahami materi, sementara poster edukasi yang dipasang di kelas menjadi pengingat bagi siswa untuk terus membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari.
Melalui program “Bukan Kebetulan Sehat: Gerakan Membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)”, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik siswa sekolah dasar dalam menerapkan PHBS sebagai upaya pencegahan diare.
Edukasi sejak dini diharapkan mampu membentuk kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan sehingga dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih bersih, sehat, dan bebas dari penyakit berbasis lingkungan.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI