Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 menghadirkan contoh nyata pemanfaatan energi surya melalui pemasangan lampu berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Tugu Kelurahan Macorawalie, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Program kerja bertajuk “Sosialisasi Pentingnya Energi Terbarukan untuk Masa Depan melalui Pemasangan Lampu Berbasis PLTS” ini menjadi langkah mahasiswa KKNT Unhas untuk menggaungkan pemanfaatan energi bersih sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai potensi energi matahari sebagai sumber listrik alternatif.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi energi terbarukan pada 7 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan energi terbarukan untuk masa depan serta manfaat pemanfaatan PLTS sebagai sumber energi listrik yang ramah lingkungan.
Selanjutnya, pada 9 Agustus 2026, mahasiswa KKNT Unhas melakukan pemasangan lampu berbasis PLTS di Tugu Kelurahan Macorawalie sebagai bentuk implementasi langsung dari materi yang telah disampaikan.
Lokasi tugu dipilih agar pemanfaatan PLTS dapat terlihat secara langsung oleh masyarakat yang melintas. Melalui pemasangan tersebut, masyarakat dapat melihat bahwa energi matahari dapat diubah menjadi sumber penerangan tanpa sepenuhnya bergantung pada listrik konvensional.
Penanggung jawab program kerja, Alfrada Bombang Nugrawan, menjelaskan pemilihan PLTS sebagai bentuk pemanfaatan energi terbarukan karena memiliki sejumlah keunggulan, seperti memanfaatkan sumber energi matahari yang tersedia secara alami, mengurangi ketergantungan terhadap listrik konvensional, serta lebih ramah lingkungan.
“Kami berharap dengan adanya sosialisasi dan pemasangan lampu berbasis PLTS di Tugu Kelurahan Macorawalie, masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa energi matahari dapat dimanfaatkan sebagai alternatif penerangan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada listrik konvensional. Kami juga berharap masyarakat dapat tertarik untuk mencoba menggunakan PLTS sebagai sumber energi alternatif di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Menurut Kepala Lingkungan 1, Ilham, pemasangan lampu berbasis PLTS merupakan kegiatan yang sangat baik karena memanfaatkan energi matahari sebagai sumber energi untuk penerangan.
“Menurut saya, pemasangan lampu berbasis PLTS ini sangat bagus karena kita bisa memanfaatkan energi matahari untuk penerangan. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga dapat memperkenalkan kepada masyarakat bahwa energi surya bisa dimanfaatkan sebagai salah satu sumber energi terbarukan,” ungkapnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKNT Unhas Gelombang 116 berharap masyarakat Kelurahan Macorawalie semakin memahami manfaat energi terbarukan, khususnya PLTS.
Pemasangan lampu berbasis PLTS di tugu diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas penerangan, tetapi juga menjadi media edukasi yang mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya penggunaan energi yang hemat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI