Beragam kreativitas warga ditampilkan dalam karnaval memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang ekspresi bagi pelajar, kelompok masyarakat, hingga pelaku sektor pertanian dan UMKM untuk memperkenalkan potensi daerah melalui berbagai penampilan menarik.
Karnaval dilepas langsung oleh Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, didampingi para asisten, staf ahli bupati, kepala OPD, kepala bagian Sekretariat Daerah, Camat Pitu Riawa, serta jajaran Forkopimcam Pitu Riawa.
Ribuan warga memadati sepanjang jalur karnaval untuk menyaksikan ratusan peserta yang tampil membawa nuansa kemerdekaan dengan berbagai kreasi.
Peserta menampilkan beragam atraksi, mulai dari barisan drum band pelajar, kelompok tani yang membawa hasil pertanian padi dan sayuran, kostum profesi, pakaian adat Nusantara, hingga kendaraan hias yang menggambarkan potensi pertanian dan UMKM Kecamatan Pitu Riawa.
Kemeriahan semakin terasa dengan sorak sorai warga, yel-yel kemerdekaan, serta penampilan kesenian dari sanggar-sanggar lokal yang ikut memeriahkan suasana.
Di sela kegiatan tersebut, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi pertanian Pitu Riawa melalui penerapan pertanian modern.
“Orang Pitu Riawa semuanya harus sukses dan berhasil. Pertanian modern sudah kita siapkan, mulai dari bibit, pupuk, alat, sampai pendampingan. Kita ubah cara tanam, kita rapikan air, kita jaga harga,” ujar Syaharuddin.
Ia mengatakan pengembangan pertanian modern akan dilakukan di sejumlah wilayah Pitu Riawa, mulai dari Dongi, Bulu Cenrana, Anabanna, Cipo, Bulo, hingga Rappang.
Menurutnya, sejumlah pekerjaan pendukung pertanian telah berjalan, termasuk di Desa Dongi dan Bulu Cenrana. Pengembangan tersebut akan dilanjutkan hingga wilayah Otting.
“Insya Allah dari Dongi ke Otting bulan Oktober kita mulai kerja, dimulai dari poros Dongi,” katanya.
Selain sektor pertanian, Bupati Syaharuddin juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan memperindah kawasan permukiman sebagai bagian dari kemajuan daerah.
“Bersihkan kampung kita. Jangan ada sampah di pinggir jalan. Semua cat rumahnya harus seragam. Jangan buang sampah sampai di sungai,” pesannya.
Ia menegaskan kemajuan Sidrap membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Kita kerja bersama. Pemerintah siapkan programnya, masyarakat kerja di lapangan. Kalau Pitu Riawa bisa 10 ton per hektare, maka Sidrap bisa 1 juta ton setahun,” tandasnya.
Pewarta: ABDUL HASAN
Editor: NURYADIN SUKRI