Petani Nyaman, Pinggang Aman: Mahasiswa KKN Unhas Ajarkan Teknik Kerja Ergonomis kepada Petani Wala

Rabu, 5 Agustus 2026
Petani Nyaman, Pinggang Aman: Mahasiswa KKN Unhas Ajarkan Teknik Kerja Ergonomis kepada Petani Wala

Petani Nyaman, Pinggang Aman: Mahasiswa KKN Unhas Ajarkan Teknik Kerja Ergonomis kepada Petani Wala

Aktivitas pertanian yang dilakukan setiap hari mengharuskan petani melakukan berbagai pekerjaan fisik, seperti membungkuk dalam waktu lama, mengangkat hasil panen, membawa pupuk, hingga memindahkan beban berat. 

Jika dilakukan dengan postur kerja yang kurang tepat, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah yang dapat mengganggu kenyamanan dan produktivitas petani.

Sebagai upaya mencegah risiko tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk “Petani Nyaman, Pinggang Aman: Mahasiswa KKN Unhas Ajarkan Teknik Kerja Ergonomis kepada Petani Wala.”

Kegiatan ini diinisiasi oleh Ivory Princessa Feodora Liklikwatil, mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Keperawatan, Universitas Hasanuddin, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi mengenai ergonomi kerja dan pencegahan gangguan muskuloskeletal pada petani.

Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 31 Juli 2026, mulai pukul 09.30 WITA, bertempat di Rumah Ketua Kelompok Tani, Lingkungan II, Kelurahan Wala, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. 

Kegiatan ini diikuti sekitar 20 petani yang tergabung dalam kelompok tani serta masyarakat yang berprofesi sebagai petani di Kelurahan Wala.

Program edukasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan prinsip ergonomi kerja serta teknik mengangkat beban yang benar sebagai langkah pencegahan Low Back Pain. 

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami pentingnya menjaga postur tubuh saat bekerja serta menerapkan cara kerja yang lebih aman dan ergonomis dalam aktivitas pertanian sehari-hari.

Kegiatan dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. 

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pengisian daftar hadir, kemudian dilanjutkan dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta mengenai Low Back Pain, faktor risiko, prinsip ergonomi kerja, serta teknik mengangkat beban yang benar.

Selanjutnya, peserta memperoleh materi mengenai penyebab dan faktor risiko Low Back Pain yang sering dialami petani, dampak postur kerja yang tidak ergonomis, prinsip ergonomi dalam aktivitas pertanian, serta teknik mengangkat, membawa, dan memindahkan beban dengan posisi tubuh yang tepat.

Agar materi lebih mudah dipahami, pemateri memberikan demonstrasi menggunakan alat peraga yang menyerupai aktivitas kerja petani. Peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung teknik membungkuk, mengangkat, membawa, dan memindahkan beban dengan posisi tubuh yang benar.

Melalui praktik tersebut, peserta dapat memahami penerapan prinsip ergonomi dalam kegiatan bertani sehingga risiko cedera maupun keluhan nyeri punggung bawah dapat diminimalkan. 

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif dengan antusiasme peserta yang terlihat selama sesi diskusi, tanya jawab, dan praktik.

Berbagai pertanyaan disampaikan peserta terkait cara mengurangi keluhan nyeri punggung serta penerapan kebiasaan kerja yang lebih aman. Peserta juga aktif mengikuti arahan pemateri dalam mempraktikkan teknik yang telah diberikan.

Sebagai bentuk evaluasi, peserta kembali mengerjakan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti edukasi. Kegiatan kemudian ditutup dengan kuis interaktif sebagai penguatan terhadap materi yang telah disampaikan.

Ketua Kelompok Tani Kelurahan Wala, Aprislaota, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan edukasi tersebut.

“Materi seperti ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai petani. Selama ini banyak yang belum mengetahui cara mengangkat beban yang benar sehingga sering mengalami keluhan nyeri pada punggung. Kami berharap ilmu yang diberikan dapat diterapkan dalam aktivitas bertani sehari-hari dan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan,” ujar Aprislaota.

Selain memberikan apresiasi, Aprislaota turut membantu proses koordinasi, penyediaan tempat, serta mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan baik.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap petani di Kelurahan Wala dapat menerapkan prinsip ergonomi kerja secara konsisten dalam aktivitas pertanian sehari-hari. 

Edukasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung upaya promotif dan preventif melalui pendekatan fisioterapi yang aplikatif sesuai kebutuhan masyarakat.

Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...