Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu bertajuk GEMAS (Gerakan Edukasi Menyikat Gigi yang Aman dan Sehat) di SD Negeri 13 Tanrutedong, Desa Kampale, Kecamatan Duapitue, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (30/7/2026).
Program GEMAS merupakan kegiatan edukasi kesehatan gigi dan mulut yang dirancang bagi siswa sekolah dasar melalui penyuluhan interaktif yang dilanjutkan dengan praktik menyikat gigi secara langsung.
Materi yang diberikan mencakup pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini, waktu serta cara menyikat gigi yang baik dan benar, hingga demonstrasi penggunaan sikat dan pasta gigi.
Kegiatan yang diikuti 34 siswa, terdiri atas 15 siswa kelas IV dan 19 siswa kelas II, berlangsung secara aktif. Sebelum penyampaian materi, siswa terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengukur pengetahuan awal mengenai kesehatan gigi dan mulut.
Selanjutnya, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi serta teknik menyikat gigi yang tepat.
Setelah sesi penyuluhan, siswa kembali mengikuti post-test untuk mengetahui peningkatan pemahaman terhadap materi yang diberikan. Kegiatan kemudian ditutup dengan praktik menyikat gigi bersama sebagai bentuk penerapan langsung.
Penanggung jawab kegiatan, Muh. Fauzan Afzaldy H, mengatakan pembiasaan menjaga kesehatan gigi perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar, mengingat gigi permanen yang mengalami kerusakan tidak memiliki pengganti.
"Kami menemukan masih banyak anak-anak di Desa Kampale yang mengalami kerusakan gigi cukup parah, padahal gigi permanen tidak dapat digantikan lagi. Melalui GEMAS, kami ingin anak-anak tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkan cara menyikat gigi yang benar agar menjadi kebiasaan hingga dewasa," ujarnya.
Melalui program GEMAS, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap siswa SD Negeri 13 Tanrutedong mampu menerapkan kebiasaan menyikat gigi secara rutin dengan teknik yang tepat, sehingga risiko kerusakan gigi permanen sejak usia dini dapat diminimalkan.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI