Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif memimpin rapat koordinasi pertanian bersama Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Selatan Zainal Abidin di Baruga Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Rabu (12/8/2026).
Rakor tersebut membahas strategi dan pencapaian target program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
Hadir dalam rapat ini Asisten Perekonomian dan Pembangunan Patahangi Nurdin, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air beserta jajaran, Kepala Dinas TPHPKP beserta jajaran, serta para kepala BPP dan PPL.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyamakan persepsi seluruh pihak terkait sekaligus memantapkan pelaksanaan PM-AAS agar berjalan terarah dan terukur.
Pemerintah daerah bersama jajaran teknis juga membahas kesiapan dukungan program di lapangan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut ialah kesiapan benih. Benih disiapkan untuk mendukung kebutuhan areal sekitar 10.000 hektare dengan berat benih mencapai 70 kilogram sesuai kebutuhan yang telah dipersiapkan.
Syaharuddin menekankan pentingnya kesamaan informasi dan pemahaman mengenai PM-AAS, mulai dari pemerintah daerah hingga jajaran teknis di lapangan.
“Jangan sampai ada informasi yang berbeda-beda. Kita harus satu persepsi, satu pemahaman, dan satu pengertian mengenai PM-AAS. Dengan begitu, pelaksanaannya di lapangan dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan,” tegas Syaharuddin.
Menurutnya, keberhasilan program pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan benih. Kesiapan pengairan, pendampingan petani, penyuluhan, serta sinergi antarinstansi juga menjadi bagian penting dalam pencapaian target.
Karena itu, ia meminta jajaran Dinas Pertanian, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) memperkuat komunikasi dengan petani. Setiap tahapan program juga diminta dipahami dan dilaksanakan secara tepat.
“Program ini harus kita mantapkan bersama. Semua harus memahami apa yang menjadi target, bagaimana strateginya, dan apa yang harus dilakukan di lapangan. Jangan ada lagi misinformasi dan miskonsepsi,” ujarnya.
Syaharuddin berharap PM-AAS dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Melalui rakor tersebut, Pemkab Sidrap memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, instansi teknis, penyuluh, dan petani.
Penyamaan persepsi dan koordinasi tersebut diharapkan membuat pelaksanaan PM-AAS lebih efektif serta mendukung Sidrap mempertahankan perannya sebagai salah satu daerah penyangga pangan dan mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI