Tingginya aktivitas fisik dalam pekerjaan sehari-hari membuat petani rentan mengalami Low Back Pain (LBP) atau nyeri pinggang bawah. Risikonya meningkat akibat aktivitas membungkuk, mengangkat beban, dan bekerja dalam posisi yang sama dalam waktu lama.
Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Lombo, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, melalui program edukasi “Sipadeceng Tani: Gerakan Ergonomi dan Latihan Mandiri untuk Mencegah Low Back Pain (LBP) pada Petani”.
Kegiatan tersebut dilaksanakan Rabu (5/8/2026) di rumah salah seorang warga desa setempat. Program ini diprakarsai Gustisya Nurul Izza Salam, mahasiswa Program Studi Fisioterapi Unhas, sebagai salah satu program kerja individu. Kegiatan mendapat bimbingan dari dosen supervisor Ryryn Suryaman Prana Putra, S.K.M., M.Kes.
Melalui Sipadeceng Tani, masyarakat diedukasi mengenai pencegahan nyeri pinggang yang dapat muncul akibat aktivitas pertanian. Kebiasaan bekerja dengan posisi membungkuk dalam waktu lama, mengangkat beban dengan teknik yang kurang tepat, serta kurang melakukan peregangan sebelum dan sesudah bekerja dapat meningkatkan risiko LBP.
Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami peserta. Edukasi mencakup pengertian LBP, faktor risiko, pentingnya menjaga postur tubuh, serta penerapan prinsip ergonomi dalam aktivitas pertanian.
Peserta juga mendapat praktik langsung mengenai teknik mengangkat beban yang benar, posisi tubuh yang aman saat mencangkul dan menanam, serta latihan peregangan dan penguatan otot yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta. Setelah penyampaian materi dan praktik, peserta diberi kesempatan berdiskusi serta menyampaikan pengalaman mengenai keluhan nyeri pinggang yang dirasakan selama bekerja.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam mengajukan pertanyaan dan mempraktikkan gerakan yang diperagakan. Kegiatan kemudian ditutup dengan post-test sebagai evaluasi untuk mengetahui pemahaman peserta setelah mengikuti edukasi.
“Harapannya, edukasi ini dapat menjadi bekal bagi para petani untuk mulai menerapkan kebiasaan kerja yang lebih sehat. Dengan memperhatikan postur tubuh saat bekerja dan melakukan latihan mandiri secara rutin, risiko terjadinya nyeri pinggang dapat diminimalkan sehingga aktivitas bertani dapat dilakukan dengan lebih nyaman dan produktif,” ujar Gustisya Nurul Izza Salam.
Program Sipadeceng Tani juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan gangguan muskuloskeletal.
Selain itu, program ini mendukung SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Penerapan prinsip ergonomi dalam aktivitas pertanian diharapkan dapat membantu mengurangi risiko cedera kerja sehingga petani dapat menjalankan aktivitasnya dengan lebih aman dan produktif.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-PK Unhas berharap petani Desa Lombo semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan sistem muskuloskeletal dan mampu menerapkan teknik kerja serta latihan mandiri yang tepat dalam aktivitas sehari-hari.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI