Delapan Toko di Pasar Oleh-oleh Lawawoi Kini Pakai QRIS, Langkah Nyata Menuju UMKM Modern

Rabu, 12 Agustus 2026
Delapan Toko di Pasar Oleh-oleh Lawawoi Kini Pakai QRIS, Langkah Nyata Menuju UMKM Modern

Delapan Toko di Pasar Oleh-oleh Lawawoi Kini Pakai QRIS, Langkah Nyata Menuju UMKM Modern

Delapan toko di Pasar Oleh-oleh Lawawoi, Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, kini mulai menggunakan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). 

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku usaha lokal beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan kemudahan transaksi bagi pedagang dan konsumen.

Pendampingan pembuatan QRIS tersebut dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Kelurahan Bangkai sebagai salah satu program kerja kelompok. 

Program ini hadir setelah mahasiswa melihat aktivitas perdagangan di Pasar Oleh-oleh Lawawoi yang sebagian besar masih mengandalkan transaksi tunai.

Melalui kegiatan pendampingan, mahasiswa membantu pedagang memahami manfaat penggunaan QRIS, mulai dari pengenalan sistem pembayaran digital, proses pendaftaran, hingga pemenuhan persyaratan administrasi. 

Pendekatan dilakukan secara langsung agar pelaku usaha dapat memahami penggunaan teknologi pembayaran yang lebih praktis dan mudah diterapkan.

Dari proses pendampingan tersebut, sebanyak delapan toko berhasil difasilitasi memiliki QRIS. Toko-toko tersebut bergerak pada berbagai sektor usaha, seperti perabotan rumah tangga, alas kaki atau sandal, perlengkapan sekolah, serta pakaian.

Kehadiran QRIS di sejumlah toko Pasar Oleh-oleh Lawawoi diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM setempat untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Selain memberikan pilihan transaksi yang lebih fleksibel, penggunaan pembayaran digital juga dapat membantu pedagang mengikuti perkembangan pola belanja masyarakat.

Salah seorang pedagang menyampaikan apresiasinya terhadap pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN Unhas. Menurutnya, QRIS memberikan kemudahan terutama bagi pelanggan yang terbiasa menggunakan pembayaran non-tunai.

"Menurut saya QRIS ini cukup membantu karena pembeli sekarang banyak yang lebih suka membayar secara digital. Ke depannya saya berharap semakin banyak pedagang yang mau menggunakan QRIS agar transaksi menjadi lebih mudah dan praktis," ungkapnya.

Koordinator Kelurahan KKN Tematik Gelombang 116 Kelurahan Bangkai, Muh. Rayhan Ferial Khalfany, mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada pembuatan QRIS, tetapi juga memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai pentingnya mengikuti perkembangan teknologi.

"Kami berharap para pedagang dapat melihat QRIS sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Delapan toko yang telah menggunakan QRIS diharapkan dapat menjadi contoh bagi pedagang lainnya untuk mulai memanfaatkan pembayaran digital," ujarnya.

Sementara itu, Lurah Kelurahan Bangkai, Narso, S.Sos., M.M., mengapresiasi langkah mahasiswa KKN Unhas yang membantu memperkenalkan digitalisasi kepada pelaku usaha di wilayahnya.

Menurutnya, pemanfaatan QRIS dapat memberikan manfaat bagi pedagang maupun konsumen karena transaksi menjadi lebih mudah dan praktis.

"Kami sangat mengapresiasi program yang dilakukan oleh mahasiswa KKN ini. QRIS dapat memberikan kemudahan bagi pedagang maupun konsumen dalam melakukan transaksi. Kami berharap semakin banyak pelaku usaha di Pasar Oleh-Oleh Lawawoi yang menggunakan pembayaran digital," tuturnya.

Program pendampingan QRIS ini menjadi salah satu langkah nyata menuju UMKM yang lebih modern di Kelurahan Bangkai. Dengan semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan teknologi digital, Pasar Oleh-Oleh Lawawoi diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...