Kegiatan belajar di UPT SD Negeri 1 Arawa Kelurahan Uluale, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), berlangsung lebih menarik pada 17–18 Juli 2026 lalu.
Ratusan siswa diajak mengenal pentingnya hidup bersih dan sehat melalui praktik langsung, mulai dari cara mencuci tangan yang benar hingga menerapkan etika makan bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tersebut dikemas dengan metode interaktif agar siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap kegiatan. Melalui pendekatan yang menyenangkan, mahasiswa KKN-PK Unhas berupaya menanamkan kebiasaan sehat sejak usia sekolah.
Selama dua hari pelaksanaan, siswa kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pre-test, penyampaian materi PHBS, etika makan, dan kesehatan gigi, hingga demonstrasi enam langkah cuci tangan menggunakan sabun.
Siswa kemudian mempraktikkan langsung cara mencuci tangan yang tepat serta mengikuti kuis edukatif dan post-test sebagai bentuk evaluasi pemahaman.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Izzah Rauyani Awaliah dari Program Studi Kedokteran Gigi bersama Nayla Nabila Bahir dari Program Studi Ilmu Keperawatan sebagai penanggung jawab kegiatan. Keduanya menilai pembiasaan perilaku sehat perlu dikenalkan sejak dini agar menjadi bagian dari keseharian anak.
Menurut Izzah Rauyani Awaliah, edukasi kesehatan akan lebih efektif ketika siswa diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung materi yang diterima.
“Harapan kami, siswa dapat menjadikan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai kebiasaan, bukan sekadar materi yang dipelajari di sekolah. Dengan begitu, mereka dapat menjaga kesehatan diri, termasuk kesehatan gigi, sejak usia dini,” ujarnya.
Sementara itu, Nayla Nabila Bahir menjelaskan penggunaan metode praktik dan permainan edukatif bertujuan membuat siswa lebih mudah memahami pesan kesehatan yang disampaikan.
“Anak-anak cenderung lebih cepat memahami ketika mereka ikut mempraktikkan secara langsung. Karena itu kami memadukan penyuluhan, demonstrasi, dan permainan edukatif agar proses pembelajaran berlangsung lebih interaktif dan menyenangkan,” jelasnya.
Antusiasme siswa terlihat saat mengikuti praktik cuci tangan dan sesi edukasi lainnya. Tidak hanya di lingkungan sekolah, kebiasaan tersebut juga mulai diterapkan di rumah. Salah seorang wali murid, Ersa (34), mengungkapkan anaknya langsung mempraktikkan langkah-langkah mencuci tangan yang telah dipelajari.
“Sepulang dari sekolah, anak saya langsung mempraktikkan enam langkah cuci tangan yang benar di rumah. Saya senang karena ilmu yang didapat di sekolah benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap siswa SD Negeri 1 Arawa semakin terbiasa menjaga kebersihan diri, menerapkan etika makan, serta memperhatikan kesehatan gigi. Kebiasaan sederhana yang dibangun sejak dini diharapkan menjadi bekal bagi tumbuhnya generasi yang lebih sehat.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI