Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin di Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, menghadirkan buku saku berjudul “Analisis Usaha Tani Padi Desa Takkalasi Tahun 2026” sebagai salah satu luaran program kerja berbasis data.
Program ini dilaksanakan sebagai upaya menghimpun dan menyajikan informasi mengenai kondisi usaha tani padi yang dikelola petani. Data diperoleh melalui survei lapangan kepada petani di Desa Takkalasi dengan mengidentifikasi karakteristik petani, kondisi usaha tani, biaya produksi, hasil produksi, penerimaan, pendapatan, kendala, serta harapan petani.
Hasil survei kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk buku saku yang ringkas dan mudah dipahami. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi Pemerintah Desa Takkalasi, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), kelompok tani, penyuluh pertanian, dan masyarakat dalam memahami kondisi usaha tani padi secara lebih terukur.
Salah satu hasil analisis menunjukkan rata-rata biaya produksi usaha tani padi mencapai Rp12,38 juta per musim tanam, dengan biaya panen menggunakan combine harvester menjadi komponen terbesar, yaitu 33,17 persen dari struktur biaya produksi.
Dari sisi kelayakan, usaha tani padi yang dianalisis menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 4,22. Artinya, setiap Rp1 biaya produksi menghasilkan sekitar Rp4,22 penerimaan sehingga usaha tani padi responden tergolong layak secara ekonomi.
Namun demikian, hasil survei juga menunjukkan sejumlah tantangan yang dihadapi petani. Kekurangan air atau kekeringan, hama, penyakit tanaman, dan faktor cuaca menjadi kendala yang dirasakan oleh seluruh responden. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam merumuskan arah pengembangan pertanian di Desa Takkalasi.
Selain mengidentifikasi kendala, survei juga menghimpun harapan petani. Dukungan terhadap pestisida, benih, pupuk, alat pertanian, serta pengelolaan sumber daya air menjadi beberapa kebutuhan yang banyak disampaikan petani responden.
Koordinator Desa KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, Zhulmuhqsith Busrah, menyampaikan buku tersebut tidak hanya ditujukan sebagai dokumentasi kegiatan KKN, tetapi juga diharapkan dapat menjadi sumber informasi awal bagi desa dalam melihat kondisi pertanian berdasarkan data lapangan.
“Kami berharap buku ini tidak berhenti sebagai dokumentasi kegiatan KKN, tetapi dapat menjadi salah satu sumber informasi yang dimanfaatkan pemerintah desa, kelompok tani, dan penyuluh dalam merencanakan pengembangan pertanian yang lebih tepat sasaran,” ujar Zhulmuhqsith.
Buku saku tersebut selanjutnya diserahkan kepada pihak terkait di Desa Takkalasi sebagai bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pembangunan desa berbasis data.
Kegiatan ini menjadi bagian dari semangat KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin untuk menghadirkan program yang tidak hanya bersifat kegiatan sesaat, tetapi menghasilkan luaran yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan masyarakat setelah pelaksanaan KKN berakhir.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI