Wala-Lakessi Jadi Sasaran PM-AAS, Sidrap Perkuat Pertanian Modern

Sabtu, 15 Agustus 2026
Wala-Lakessi Jadi Sasaran PM-AAS, Sidrap Perkuat Pertanian Modern

Wala-Lakessi Jadi Sasaran PM-AAS, Sidrap Perkuat Pertanian Modern

Kelurahan Wala dan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), menjadi sasaran penerapan Program Percepatan Modernisasi Pertanian Berbasis Kawasan (PM-AAS). 

Program ini diarahkan untuk memperkuat penerapan pertanian modern sekaligus meningkatkan produksi padi di wilayah tersebut.

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan hal tersebut saat bertemu dengan Kelompok Tani Wala dan Lakessi di Baruga Rumah Jabatan Bupati, Jumat malam (14/8/2026).

Pertemuan menjadi forum silaturahmi sekaligus membahas kesiapan petani dalam mengikuti pola pertanian modern PM-AAS.

Syaharuddin mengatakan Wala dan Lakessi memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan produksi padi melalui penerapan teknologi dan pola budidaya modern. 

Kedua wilayah tersebut merupakan daerah irigasi, dengan dukungan pompanisasi di Lakessi.

Ia mengarahkan kelompok tani di Wala dan Lakessi mengikuti pola yang telah diterapkan di Majelling Wattang. Dalam uji coba di wilayah tersebut, produksi padi disebut telah mencapai 11 hingga 12,2 ton per hektare.

“Target kita jelas meningkatkan produksi. Dari yang selama ini rata-rata 7 ton, 8 ton, kita mau naikkan rata-rata produksi menjadi 10 ton per hektare,” kata Syaharuddin.

Menurutnya, penerapan PM-AAS tidak sekadar mengejar peningkatan produktivitas, tetapi juga memberikan dukungan sarana produksi dan pendampingan kepada petani. 

Pemerintah menyiapkan tambahan pupuk subsidi berupa Urea 300 kilogram per hektare dan NPK 400 kilogram per hektare.

Petani juga mendapat Petroganik subsidi sebanyak 1 ton per hektare. Selain itu, pemerintah mengusulkan dukungan Dolomit dan Silika untuk membantu memperbaiki kondisi tanah serta memperkuat pertumbuhan tanaman.

“Dolomit tujuannya untuk menambah pH tanah. Silika tujuannya untuk menambah akar dan memperkuat batang agar tidak mudah rebah,” ujarnya.

Pendampingan dilakukan penyuluh pertanian pada setiap kawasan seluas 100 hektare dan diperkuat tim dari Kementerian Pertanian. Pemerintah juga memastikan harga gabah dijaga sesuai ketentuan harga pemerintah.

Syaharuddin mengatakan penerapan PM-AAS di Wala dan Lakessi menjadi bagian dari upaya memperluas kawasan pertanian modern di Sidrap. 

Selain dua kelurahan tersebut, sejumlah wilayah sentra padi seperti Sereang, Majelling Wattang, Majelling, Rijang Pittu, Lotang, Benteng, Tanete, Allakuang, dan Takkalasi dinilai memiliki potensi untuk menyerap program tersebut.

“Kita buktikan Wala dan Lakessi bisa jadi lumbung produksi padi dengan hasil 10 ton ke atas,” katanya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Pertanian Sidrap Ibrahim mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian terkait pelaksanaan PM-AAS di Sidrap. 

Dukungan dari kementerian mencakup penguatan program serta pendampingan bagi petani dan penyuluh.

Ia menambahkan, penyuluh pertanian telah mengikuti sekolah lapang (SL) sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan PM-AAS di lapangan.

“Ini penting agar para penyuluh kita siap mendampingi petani langsung di lapangan,” ujarnya.

Program PM-AAS diarahkan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas melalui modernisasi pertanian, pemanfaatan teknologi, penguatan kelembagaan petani, serta dukungan sarana produksi.

Turut hadir Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Sekretaris Dinas TPHPKP Suriyanto, para kepala bidang Dinas TPHPKP, Camat Maritengngae Firman, Lurah Wala dan Rijang Pittu, penyuluh pertanian Rijang Pittu dan Wala, serta pengurus Kelompok Tani Wala dan Lakessi.

Pewarta: ABDUL HASAN 
Editor: NURYADIN HASAN

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...