Daun-daun yang biasa berserakan kini bisa berubah menjadi karya bernilai di tangan siswa SD Negeri 10 Rappang, Kelurahan Lalebata, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Melalui pelatihan ecoprint yang dipandu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas), Amelinda Nur Paonganan, Rabu (22/7/2026), para siswa belajar memanfaatkan potensi alam menjadi tote bag yang unik sekaligus ramah lingkungan.
Program bertajuk "Kreasi Ecoprint Tote Bag sebagai Media Komunikasi Kreatif Berbasis Potensi Lokal Desa Lalebata" ini bertujuan mengenalkan teknik ecoprint kepada siswa dengan memanfaatkan daun dan tumbuhan yang mudah ditemukan di sekitar sekolah.
Selain mengasah kreativitas, kegiatan ini juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan mengenalkan potensi lokal sebagai sumber inspirasi berkarya.
Ecoprint merupakan teknik menciptakan motif dan warna pada kain menggunakan bahan-bahan alami, seperti daun dan bunga. Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada cara sederhana mengolah potensi alam menjadi karya yang menarik, ramah lingkungan, dan memiliki nilai guna.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai ecoprint, dilanjutkan demonstrasi pembuatan, kemudian praktik langsung bersama siswa. Mereka memilih berbagai jenis daun, menyusun pola sesuai kreativitas masing-masing, lalu mencetak motif pada tote bag dengan pendampingan mahasiswa KKN.
Amelinda Nur Paonganan mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan siswa bahwa bahan-bahan alami di sekitar mereka dapat dimanfaatkan menjadi karya kreatif yang bernilai.
"Daun yang biasanya hanya dilihat sebagai bagian dari lingkungan ternyata dapat dimanfaatkan menjadi motif yang unik pada tote bag. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak adik-adik untuk lebih kreatif, mengenal potensi lokal, serta menyampaikan pesan kepedulian terhadap lingkungan melalui karya yang mereka buat," ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung antusias. Para siswa tampak bersemangat memilih daun, menyusun pola, hingga mencetak motif pada tote bag masing-masing. Setiap hasil karya memiliki bentuk dan corak yang berbeda sesuai jenis daun yang digunakan dan kreativitas pembuatnya.
Salah seorang siswa kelas V SD Negeri 10 Rappang, Muhammad Ahnafus Soalihin, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena dapat belajar sekaligus menghasilkan karya sendiri.
"Saya senang karena bisa membuat motif dari daun pada tote bag. Ternyata daun yang ada di sekitar kita bisa dimanfaatkan menjadi karya yang bagus," tuturnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Gelombang 116 Unhas berharap siswa SD Negeri 10 Rappang semakin kreatif dalam memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar serta mampu menghasilkan karya yang menarik, ramah lingkungan, dan bernilai guna.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI