Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kelurahan Majjelling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, kini memiliki etalase digital untuk memperkenalkan produk dan potensi usahanya.
Etalase digital tersebut hadir melalui MAPPASITURU, website pusat informasi dan promosi UMKM yang dikembangkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UMKM Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas). Website tersebut diserahkan kepada Pemerintah Kelurahan Majjelling Wattang pada Senin (10/8/2026).
Pengembangan MAPPASITURU berangkat dari hasil observasi dan koordinasi mahasiswa bersama pemerintah kelurahan. Dari proses tersebut, mahasiswa melihat perlunya media digital untuk menghimpun dan menyajikan informasi UMKM secara lebih terstruktur.
MAPPASITURU merupakan nama yang diambil dari bahasa Bugis yang bermakna menyatukan, menghubungkan, atau berjalan bersama. Filosofi tersebut menggambarkan tujuan website sebagai wadah yang mempertemukan pemerintah kelurahan, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam satu platform digital.
Website tersebut memuat profil Kelurahan Majjelling Wattang serta informasi UMKM lokal yang dihimpun melalui proses pendataan. Sejumlah fitur yang tersedia meliputi direktori UMKM, statistik usaha, galeri kegiatan, dan informasi kontak.
Melalui direktori UMKM, informasi usaha ditampilkan secara lebih terstruktur berdasarkan identitas usaha dan produk yang ditawarkan. Masyarakat dapat memanfaatkan platform tersebut untuk mengenali berbagai usaha yang ada di Kelurahan Majjelling Wattang.
Dalam proses pengembangannya, mahasiswa melakukan pendataan UMKM, menyusun informasi yang akan ditampilkan, merancang tampilan website, memasukkan data, hingga melakukan pengujian dan penyempurnaan sebelum diserahkan kepada pihak kelurahan.
Koordinator Kelurahan KKN-T UMKM Gelombang 116, Alfin Alkadri Arfandi, mengatakan pengembangan MAPPASITURU merupakan upaya mahasiswa menghadirkan solusi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
“Kami melihat bahwa UMKM di Kelurahan Majjelling Wattang memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, MAPPASITURU kami hadirkan sebagai wadah yang dapat menghubungkan pemerintah kelurahan, pelaku UMKM, dan masyarakat melalui satu platform digital,” ujar Alfin.
Lurah Majjelling Wattang Herman Ompo, S.Pd., menyambut baik hasil program tersebut. Ia mengapresiasi kontribusi mahasiswa Unhas selama melaksanakan KKN di wilayahnya.
“Kami berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN Unhas atas website yang telah dibuat dan diserahkan kepada Kelurahan Majjelling Wattang. Kami berharap website ini bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan UMKM yang ada di kelurahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Herman.
Pelaksanaan program tersebut turut didampingi Rastiawaty, S.H., M.H., selaku Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) KKN Posko Kelurahan Majjelling Wattang. Pendampingan dilakukan untuk memastikan program yang dilaksanakan tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tujuan pengabdian mahasiswa.
Program MAPPASITURU juga menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa Unhas terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui dukungan terhadap promosi dan pengembangan UMKM; SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi digital; serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat.
Melalui MAPPASITURU, potensi UMKM Majjelling Wattang kini memiliki ruang digital yang dapat menjadi sarana informasi sekaligus etalase untuk memperkenalkan produk usaha lokal kepada masyarakat.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI