Program JAS (Jelajah Jajan Sehat) yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses mencuri perhatian siswa di Desa Wanio, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidrap.
Di balik kegiatan yang dikemas melalui permainan edukatif tersebut, tersimpan tujuan penting, yakni membekali anak-anak dengan pengetahuan untuk memilih jajanan yang sehat dan aman demi mencegah penyakit sejak dini.
Program kerja individu tersebut dilaksanakan selama tiga hari, mulai Senin (20/7) hingga Rabu (22/7), secara bertahap di MTs Ibtidaiyah Wanio, SD Negeri 1 Wanio, dan SD Negeri 4 Wanio. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas V di ketiga sekolah tersebut.
Program JAS dilaksanakan berdasarkan tingginya kasus diare di Desa Wanio. Melalui edukasi ini, mahasiswa KKN Unhas berupaya meningkatkan pengetahuan sekaligus membentuk kebiasaan siswa dalam memilih jajanan yang sehat sehingga dapat mengurangi risiko penyakit yang ditularkan melalui makanan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan penyampaian materi mengenai ciri-ciri jajanan sehat, bahaya jajanan yang tidak higienis, serta tips memilih jajanan yang aman.
Agar suasana belajar lebih menyenangkan, mahasiswa menggunakan media kartu pintar JAS yang dipadukan dengan permainan edukatif, sesi tanya jawab, dan evaluasi untuk mengukur pemahaman siswa.
Sebanyak 43 siswa dari ketiga sekolah mengikuti kegiatan tersebut. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka mengikuti permainan kartu, menjawab pertanyaan, hingga berdiskusi mengenai contoh jajanan sehat yang sering ditemui di lingkungan sekolah.
Penanggung jawab program, Najma Khairunnisa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas, mengatakan penggunaan media kartu dipilih agar materi lebih mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
"Program JAS ini kami rancang agar siswa tidak hanya mengetahui mana jajanan yang sehat, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan memilih jajanan yang aman setiap hari. Dengan media kartu edukasi, anak-anak menjadi lebih aktif dan antusias selama kegiatan berlangsung," ujarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, program ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah, guru, maupun siswa. Mereka menilai metode belajar sambil bermain membuat materi lebih mudah dipahami dan tidak membosankan.
Wali Kelas V MTs Ibtidaiyah Wanio, Iriani, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena memberikan manfaat bagi peserta didik.
"Program seperti ini sangat bermanfaat bagi anak-anak karena memberikan pengetahuan tentang cara memilih jajanan yang sehat dan aman. Penyampaian materi dengan media kartu juga membuat siswa lebih mudah memahami materi dan mengikuti kegiatan dengan antusias," katanya.
Melalui program JAS (Jelajah Jajan Sehat), mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap siswa di Desa Wanio dapat menerapkan kebiasaan memilih jajanan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kebiasaan tersebut diharapkan mampu mendukung upaya pencegahan diare sekaligus menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI