Mahasiswa KKNT 116 Unhas Dampingi UMKM Desa Damai Tingkatkan Daya Saing melalui Branding dan Kemasan Produk

Selasa, 4 Agustus 2026
Mahasiswa KKNT 116 Unhas Dampingi UMKM Desa Damai Tingkatkan Daya Saing melalui Branding dan Kemasan Produk

Mahasiswa KKNT 116 Unhas Dampingi UMKM Desa Damai Tingkatkan Daya Saing melalui Branding dan Kemasan Produk

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, Nur Azizah Akhmad Wadjidi dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), melaksanakan program kerja individu bertajuk Peningkatan Daya Saing UMKM melalui Pendampingan Branding dan Pengembangan Kemasan Produk di Desa Damai, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang. 

Program yang berlangsung pada 21–30 Juli 2026 ini bertujuan membantu pelaku UMKM memperkuat identitas usaha melalui branding yang lebih menarik dan profesional.

Kegiatan menyasar lima UMKM yang berada di Dusun I dan Dusun II Desa Damai. Pendampingan difokuskan pada pengembangan identitas visual produk sebagai langkah awal meningkatkan daya saing UMKM di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Rangkaian kegiatan diawali pada 21–24 Juli 2026 dengan pendataan pelaku UMKM melalui observasi lapangan dan wawancara langsung. Pendataan dilakukan untuk mengetahui jenis usaha, produk yang dipasarkan, kondisi kemasan yang digunakan, serta kebutuhan masing-masing pelaku usaha dalam mengembangkan identitas mereknya.

Dari hasil observasi, mahasiswa menemukan sebagian besar pelaku UMKM masih menggunakan kemasan sederhana dan belum memiliki logo sebagai identitas usaha. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi daya tarik produk di mata konsumen.

Berdasarkan hasil pendataan, Nur Azizah kemudian menyusun konsep branding yang disesuaikan dengan karakter masing-masing UMKM. Perancangan logo mempertimbangkan jenis produk, target pasar, pemilihan warna, tipografi, dan elemen visual agar mampu mencerminkan identitas usaha sekaligus meningkatkan nilai estetika produk.

Di Dusun I, pendampingan diberikan kepada empat UMKM, yakni Kedai Ana, Kedai Nofal, Jipang Beras Cahaya Damai, dan Agro Mandiri. Setiap pelaku usaha memperoleh desain logo yang disesuaikan dengan karakter produknya.

Untuk Kedai Ana, dirancang lima logo untuk produk Nasi Campur, Nasi Kuning, Cireng Ayam, Siomay, dan Pop Ice. Sementara Kedai Nofal memperoleh dua desain logo untuk produk Bakso Bakar dan Pop Ice dengan konsep modern dan mudah dikenali konsumen.

Pendampingan juga diberikan kepada Jipang Beras Cahaya Damai melalui pembuatan logo untuk produk jipang beras, serta Agro Mandiri melalui desain logo produk abon. Kedua logo tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas produk lokal Desa Damai sekaligus meningkatkan daya tarik kemasan sebagai media promosi.

Di Dusun II, pendampingan dilakukan kepada Kedai Berkah dengan merancang dua desain logo untuk produk Bakso Bakar dan Pop Ice. Identitas visual tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk dan memudahkan konsumen mengenali merek usaha.

Pada 27 Juli 2026, kegiatan dilanjutkan dengan proses penyempurnaan seluruh desain logo berdasarkan hasil diskusi bersama para pelaku UMKM. Penyempurnaan meliputi pemilihan warna, tata letak, ilustrasi, serta jenis huruf agar logo lebih komunikatif dan siap diterapkan pada berbagai media promosi.

Selanjutnya, pada 28–30 Juli 2026, hasil desain logo diserahkan kepada seluruh pelaku UMKM dalam format digital. Logo tersebut dapat diaplikasikan pada kemasan produk, stiker, spanduk, hingga media sosial. 

Pada kesempatan itu, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pentingnya penggunaan identitas visual yang konsisten sebagai strategi membangun citra usaha dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Melalui program ini, Nur Azizah berharap pelaku UMKM di Desa Damai semakin termotivasi mengembangkan usahanya melalui branding yang lebih baik. Dengan identitas visual yang profesional, produk-produk lokal diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan pemasaran, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.

Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...