Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko resistensi obat. Hal ini mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar edukasi kepada masyarakat Desa Lombo, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, Rabu (5/8/2026).
Edukasi bertajuk "Sinergi Pengobatan Rasional: Bijak Menggunakan Antibiotik dan Memanfaatkan Tanaman Herbal" bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang tepat sekaligus pemanfaatan tanaman herbal secara aman sebagai upaya menjaga kesehatan.
Program kerja ini diinisiasi oleh Muthia Kaharuddin, mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Hasanuddin, sebagai bagian dari pelaksanaan KKN-PK Angkatan 69 di Desa Lombo. Kegiatan berlangsung di rumah salah seorang warga Desa Lombo di bawah supervisi Ryryn Suryaman Prana Putra, S.K.M., M.Kes., dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.
Melalui penyuluhan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman bahwa antibiotik hanya digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri dan tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan, termasuk untuk mengobati flu atau pilek yang disebabkan oleh virus.
Peserta juga diedukasi mengenai pentingnya menghabiskan antibiotik sesuai anjuran tenaga kesehatan guna mencegah terjadinya resistensi antibiotik.
Selain membahas penggunaan antibiotik, mahasiswa juga mengenalkan berbagai tanaman herbal yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan beserta manfaatnya sebagai pendukung kesehatan.
Masyarakat diingatkan bahwa tanaman herbal tetap harus digunakan secara bijaksana karena berpotensi berinteraksi dengan obat-obatan tertentu apabila dikonsumsi tanpa memperhatikan aturan penggunaannya.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan literasi masyarakat mengenai penggunaan obat yang rasional dan pemanfaatan tanaman herbal yang aman.
Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) karena diharapkan dapat membantu masyarakat menghindari penggunaan obat yang tidak tepat sehingga mengurangi risiko komplikasi penyakit maupun beban biaya pengobatan yang sebenarnya dapat dicegah.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Tim mahasiswa mengawali kegiatan dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta mengenai antibiotik dan tanaman herbal. Materi kemudian disampaikan menggunakan media presentasi sederhana yang dilengkapi contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari agar lebih mudah dipahami.
Suasana semakin hidup melalui sesi diskusi, tanya jawab, dan permainan edukatif yang mendorong partisipasi aktif masyarakat. Berbagai pertanyaan seputar penggunaan antibiotik, bahaya resistensi, manfaat tanaman herbal, hingga kemungkinan interaksi herbal dengan obat-obatan dibahas bersama secara komunikatif.
Sebagai evaluasi, peserta kembali mengikuti post-test untuk mengetahui peningkatan pemahaman setelah penyuluhan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Lombo diharapkan semakin memahami pentingnya menggunakan antibiotik secara rasional dan menghindari swamedikasi yang tidak tepat. Masyarakat juga diharapkan mampu memanfaatkan tanaman herbal secara aman sebagai pendukung kesehatan, dengan tetap berkonsultasi kepada tenaga kesehatan apabila diperlukan.
Pemerintah desa dan masyarakat memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun budaya penggunaan obat yang bijak sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan tanaman herbal secara aman dan bertanggung jawab.
"Kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa antibiotik tidak boleh digunakan sembarangan dan hanya digunakan sesuai indikasi. Selain itu, tanaman herbal yang banyak tersedia di sekitar kita juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan, asalkan digunakan secara tepat dan tidak menggantikan pengobatan medis yang diperlukan. Dengan pengetahuan ini, kami berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga," ujar Muthia.
Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari peserta yang aktif mengikuti diskusi hingga akhir acara. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Lombo mengenai penggunaan obat yang rasional serta pemanfaatan tanaman herbal yang aman, sehingga mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan mandiri.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI