Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) Angkatan 69 menghadirkan sejumlah program kesehatan berbasis edukasi, pencegahan, dan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Program tersebut diarahkan untuk mendorong perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sejak dini serta membangun kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui pendekatan promotif dan preventif.
Salah satu program utama yang diperkenalkan mahasiswa adalah pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai upaya pemberdayaan keluarga dan lingkungan. Program ini diharapkan mampu mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lokal dalam mendukung kesehatan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sehat.
Selain itu, mahasiswa juga menghadirkan Healtopia, sebuah inovasi edukasi kesehatan bagi siswa sekolah dasar melalui pendekatan gamifikasi.
Program ini mengintegrasikan permainan edukatif (board game), Health Hunt, Kartu Bintang Sehat, serta pembentukan Health Corner sebagai media pembelajaran kesehatan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan di sekolah.
Berbagai program tersebut dipaparkan dalam Seminar Program Kerja KKN Profesi Kesehatan Unhas Angkatan 69 yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Lautang Benteng, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah penyelarasan program antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, serta masyarakat agar kegiatan yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan warga.
Koordinator Kelurahan KKN Profesi Kesehatan Unhas, M. Ridho Hikmawan, menjelaskan rancangan program disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan diskusi bersama tenaga kesehatan di Puskesmas Pangkajene, Puskesmas Pembantu Lautang Benteng, serta pemerintah kelurahan.
"Kami berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya bersifat seremonial atau sekadar menuntaskan program akademik, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat Lautang Benteng sebagai bentuk implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.
Selain program kelompok, mahasiswa juga menghadirkan sejumlah program individu sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.
Nayla Istiazah mengusung SEHATI (Sehat Hadapi Hipertensi) untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan serta pengendalian hipertensi.
Sementara Nashilah Dwi Maghfirah menghadirkan SEDIA (Skrining, Edukasi, dan Deteksi Dini Diabetes Melitus) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular.
Pada bidang kesehatan gigi, M. Ridho Hikmawan menghadirkan program Deteksi Dini dan Pencegahan Bad Oral Habit serta Halitosis untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri, yang menyasar pemberdayaan guru sekolah dasar dalam mendeteksi dan mencegah kebiasaan buruk rongga mulut serta bau mulut pada siswa.
Program Senyum Sehat Penuh Makna oleh Azzahra Medina juga hadir untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa sekolah dasar dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut.
Sementara itu, Findra Anugrah melalui SMART (Screen Management for Active, Responsible, and Thriving Kids) memberikan edukasi penggunaan gawai secara sehat bagi anak.
Patrysia melalui SIGAP DBD mengajak masyarakat melakukan pencegahan demam berdarah melalui pemberantasan sarang nyamuk dan demonstrasi pembuatan semprotan antinyamuk berbahan serai.
Untuk kelompok petani, Nurul Ahdiyah Maulina menghadirkan Gerakan Petani Sehat berupa edukasi ergonomi kerja dan peregangan (stretching) guna mengurangi risiko nyeri punggung bawah (low back pain).
Sementara Sahrianti Basrum melalui Fit to Work Petani memberikan edukasi kesiapan kerja untuk mencegah kelelahan dan meningkatkan keselamatan kerja petani.
Lurah Lautang Benteng, A. Farahdiba, S.A.P., menyambut positif kehadiran mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas. Ia berharap program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Sekretaris Kecamatan Maritengngae, Dewi Abbas, S.H., M.Tr.A.P., turut mengapresiasi berbagai inovasi yang ditawarkan mahasiswa. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya pelayanan kesehatan promotif dan preventif yang selama ini menjadi perhatian pemerintah dan tenaga kesehatan.
Ia berharap program yang telah dirancang dapat terus berlanjut melalui keterlibatan kader kesehatan dan masyarakat setelah masa pengabdian mahasiswa selesai.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, KKN Profesi Kesehatan Unhas Angkatan 69 di Kelurahan Lautang Benteng diharapkan mampu memperkuat kesadaran PHBS dan membangun kemandirian kesehatan masyarakat berbasis potensi lokal.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI