Mengenali gejala diabetes sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Kesadaran itulah yang ditanamkan kepada masyarakat melalui program NAVITA (Navigasi Hidup Sehat Tanpa Diabetes).
Edukasi sekaligus skrining kesehatan ini, diusung mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin di Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kamis (23/7/2026).
Program ini menyasar masyarakat berusia di atas 17 tahun yang belum pernah menjalani pemeriksaan tanda vital dan gula darah. Kegiatan terlaksana bekerja sama dengan bidan desa dan kader Posyandu sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini Diabetes Melitus (DM) tipe 2 melalui pemeriksaan gula darah secara berkala.
Diabetes melitus tipe 2 merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan beban kesehatan yang tinggi. Sebagian besar penderitanya tidak menyadari telah mengidap penyakit tersebut karena pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala. Data UPT Puskesmas Pangkajene juga menunjukkan DM tipe 2 menempati peringkat kedua dari sepuluh penyakit terbanyak selama periode Januari–Juni 2026.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin menghadirkan program NAVITA sebagai bentuk upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai gejala, faktor risiko, komplikasi, serta langkah pencegahan diabetes.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pretest untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Selanjutnya, peserta mengikuti edukasi interaktif mengenai gejala "3P", yakni poliuria, polidipsia, dan polifagia, beserta faktor risiko, komplikasi, serta cara mencegah Diabetes Melitus tipe 2.
Setelah sesi diskusi dan tanya jawab, peserta mengikuti posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan setelah menerima materi edukasi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan skrining kesehatan melalui pemeriksaan tekanan darah dan gula darah.
Hasil pemeriksaan dicatat pada kartu edukasi dan disertai konseling singkat. Peserta yang memiliki kadar gula darah tinggi atau diduga mengalami diabetes diberikan rujukan ke UPT Puskesmas Pangkajene untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Penanggung jawab program, Siti Azizya Az Zahra, mengatakan edukasi dan skrining merupakan langkah sederhana yang dapat membantu masyarakat mengenali risiko diabetes lebih awal sehingga komplikasi dapat dicegah.
"Melalui program NAVITA, kami berharap masyarakat Desa Takkalasi semakin memahami pentingnya pemeriksaan gula darah secara berkala. Diabetes melitus sering tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah komplikasi jangka panjang," ujar Siti Azizya Az Zahra.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Takkalasi diharapkan semakin memahami gejala dan faktor risiko Diabetes Melitus tipe 2 serta terdorong untuk melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin.
Program NAVITA juga memperkuat kolaborasi antara mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan di Desa Takkalasi.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI