Dari Kotoran Sapi Jadi Biogas, KKN-T Unhas Tunjukkan Alternatif Pengganti LPG untuk Warga Batu Lappa

Jum'at, 7 Agustus 2026
Dari Kotoran Sapi Jadi Biogas, KKN-T Unhas Tunjukkan Alternatif Pengganti LPG untuk Warga Batu Lappa

Dari Kotoran Sapi Jadi Biogas, KKN-T Unhas Tunjukkan Alternatif Pengganti LPG untuk Warga Batu Lappa

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menunjukkan pemanfaatan limbah kotoran sapi sebagai alternatif pengganti LPG melalui pelatihan pembuatan biogas sederhana di Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (6/8/2026).

Pelatihan tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN-T Perubahan Iklim yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah ternak menjadi sumber energi ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

Penanggung jawab program, Hilal Fahri dari Program Studi Teknik Pertanian, menjelaskan bahwa pemanfaatan biogas berbasis limbah kotoran sapi dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap gas LPG sekaligus mengatasi permasalahan limbah ternak yang masih banyak dijumpai di lingkungan masyarakat.

"Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa limbah kotoran sapi memiliki nilai guna dan dapat diolah menjadi sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Penerapan biogas juga menjadi salah satu langkah sederhana dalam mitigasi perubahan iklim serta berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai proses pembuatan biogas menggunakan galon bekas sebagai digester sederhana. 

Setelah penyampaian materi, pelatihan dilanjutkan dengan praktik pembuatan instalasi biogas, mulai dari menyiapkan alat dan bahan, membuat digester dan penampung gas, mencampurkan bahan baku, hingga proses pengisian ke dalam digester.

Melalui praktik langsung tersebut, masyarakat diharapkan mampu menerapkan teknologi biogas sederhana secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing sesuai dengan ketersediaan limbah ternak.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sidenreng Rappang yang turut hadir memberikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi biogas merupakan solusi sederhana yang dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menghasilkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Kelurahan Batu Lappa dapat memanfaatkan limbah kotoran sapi menjadi sumber energi alternatif yang bernilai guna. 

Selain membantu mengurangi limbah yang berserakan, penerapan biogas juga diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim.

Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...