Warga Kelurahan Wala, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, mendapat edukasi mengenai hubungan antara stres dan hipertensi melalui Program MARENNU (Edukasi Psikologis Pencegahan Hipertensi melalui Manajemen Stres, Pola Perilaku Hidup Sehat, dan Peran Keluarga) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas).
Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa pengendalian tekanan darah tidak hanya bergantung pada aspek fisik, tetapi juga dipengaruhi kondisi psikologis, pola hidup sehat, dan dukungan keluarga.
Program kerja individu yang digagas mahasiswa Program Studi Psikologi, A. Alya Tsamarah Asyuni, ini dilaksanakan selama dua hari, yakni Sabtu, 25 Juli 2026 di Masjid Nurul Taqwa Wala, Lingkungan II, dan Minggu, 26 Juli 2026 di Masjid Fastabiqul Khaerat, Lingkungan I.
MARENNU merupakan bagian dari rangkaian kegiatan WARAS (Wala Gerak Sehat Lawan Hipertensi) yang dikolaborasikan dengan program CERMAT OBAT (Cerdas Menggunakan Obat) oleh mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Hasanuddin.
Kolaborasi tersebut menghadirkan edukasi yang komprehensif, mulai dari pengelolaan stres, penerapan pola hidup sehat, dukungan keluarga, hingga penggunaan obat secara tepat dan rasional dalam pengendalian hipertensi.
Kegiatan diikuti oleh 25 peserta pada hari pertama dan 27 peserta pada hari kedua. Turut hadir Lurah Wala, staf kelurahan, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam sehat dan pre-test, kemudian dilanjutkan penyampaian materi mengenai hubungan stres dengan tekanan darah, pentingnya membangun kebiasaan hidup sehat, serta peran keluarga dalam mendukung pencegahan dan pengendalian hipertensi.
Peserta juga diajak mempraktikkan teknik grounding sebagai salah satu cara sederhana untuk mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, melalui program CERMAT OBAT, peserta memperoleh edukasi mengenai penggunaan obat hipertensi yang tepat, aman, dan rasional.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif, post-test, serta pembagian leaflet edukasi agar materi dapat dipelajari kembali bersama keluarga di rumah.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan tekanan darah, pengelolaan stres, serta penggunaan obat.
Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai hubungan kondisi psikologis dengan hipertensi, pentingnya pola hidup sehat, peran keluarga, serta penggunaan obat yang benar dalam pengendalian hipertensi.
A. Alya Tsamarah Asyuni mengatakan hipertensi tidak hanya dipengaruhi oleh faktor fisik, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi psikologis seseorang.
"Melalui MARENNU, kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa mengelola stres, membangun kebiasaan hidup sehat, dan saling mendukung dalam keluarga merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mencegah maupun mengendalikan hipertensi. Kolaborasi dengan program CERMAT OBAT juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar sehingga upaya pengendalian hipertensi dapat dilakukan secara lebih optimal," ujarnya.
Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pencegahan dan pengendalian hipertensi memerlukan pendekatan yang menyeluruh, mencakup pengelolaan stres, penerapan pola hidup sehat, dukungan keluarga, hingga penggunaan obat yang tepat.
Program MARENNU turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya promotif dan preventif dalam pengendalian penyakit tidak menular, serta Tujuan 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi mahasiswa lintas profesi, pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan masyarakat.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI