Siswa kelas V SDN 3 Tanrutedong, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) diajak menjadi "pahlawan kesehatan" dengan mengenali penyakit zoonosis dan cara mencegahnya sejak dini.
Edukasi tersebut diberikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Gelombang 69 Universitas Hasanuddin Posko Kelurahan Tanrutedong melalui program ZOONIK (Zoonosis Edukasi Anak Sekolah), Senin (20/7/2026).
Kegiatan bertema "Edukasi Pencegahan Penyakit Zoonosis melalui Media Komunikasi bagi Siswa Kelas V SDN 3 Tanrutedong" ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai zoonosis beserta langkah-langkah pencegahannya sejak usia sekolah.
Edukasi sejak dini diharapkan membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat serta menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai satu kesatuan.
Program ZOONIK disusun berdasarkan hasil observasi mahasiswa selama pelaksanaan KKN yang menunjukkan masih terbatasnya pengetahuan anak sekolah mengenai penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Padahal, masyarakat di Kelurahan Tanrutedong memiliki aktivitas yang cukup erat dengan hewan peliharaan maupun ternak sehingga edukasi mengenai zoonosis menjadi salah satu upaya promotif dan preventif yang penting.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, serta penyampaian tujuan pelaksanaan program. Sebelum materi diberikan, seluruh siswa mengikuti pre-test untuk mengukur pengetahuan awal mengenai zoonosis, cara penularan, dan langkah-langkah pencegahannya.
Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi menggunakan media edukasi berupa presentasi PowerPoint, poster edukatif, gambar ilustrasi, dan diskusi interaktif yang disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif sehingga mudah dipahami sekaligus mendorong siswa berpartisipasi aktif.
Siswa diperkenalkan dengan pengertian zoonosis sebagai penyakit yang dapat ditularkan dari hewan kepada manusia. Mereka juga dikenalkan berbagai contoh penyakit, seperti rabies, leptospirosis, salmonellosis, flu burung, dan kurap (dermatofitosis), beserta cara penularannya.
Selain itu, mahasiswa mengedukasi siswa mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun setelah memegang hewan, menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak dengan hewan yang sakit atau tidak dikenal, mengonsumsi makanan yang dimasak hingga matang, serta menjaga kesehatan hewan peliharaan melalui vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Sebagai penguatan materi, mahasiswa mengajak seluruh peserta mempraktikkan enam langkah mencuci tangan yang benar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan kuis interaktif yang berlangsung meriah.
Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta kemampuan mereka menjelaskan kembali contoh penyakit zoonosis beserta cara pencegahannya setelah materi selesai disampaikan.
Di akhir kegiatan, peserta kembali mengerjakan post-test menggunakan instrumen yang sama seperti pada pre-test. Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengukur efektivitas penyampaian materi sekaligus mengetahui peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti edukasi.
Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep zoonosis, cara penularan penyakit, serta perilaku pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program ZOONIK, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kesehatan hewan peliharaan, serta membagikan informasi yang telah diperoleh kepada keluarga dan masyarakat sekitar.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKN-PK, guru pendamping, dan seluruh siswa kelas V SDN 3 Tanrutedong sebagai dokumentasi pelaksanaan program. Melalui edukasi berbasis sekolah ini, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin turut mendukung implementasi konsep One Health, yang menekankan keterkaitan antara kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kelestarian lingkungan.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI