Peran keluarga, khususnya orang tua, menjadi kunci dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak pada usia dini. Aktivitas bermain yang terarah menjadi salah satu bentuk stimulasi yang efektif untuk mendukung perkembangan anak sesuai tahap usianya.
Melihat pentingnya hal tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk Pendampingan Stimulasi Perkembangan Anak Usia 3–5 Tahun melalui Media Aktivitas Bermain di Rumah di Kelurahan Arateng, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan dilaksanakan secara bertahap pada 22, 25, 28, dan 29 Juli serta 3 Agustus 2026 dengan melibatkan lima orang tua beserta anak usia 3–5 tahun.
Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya stimulasi perkembangan anak sekaligus memberikan contoh aktivitas sederhana yang dapat dilakukan di rumah.
Selama pendampingan, mahasiswa melakukan observasi perkembangan anak melalui berbagai aktivitas bermain, seperti menyusun puzzle dan balok, mewarnai, bermain clay, membuat karya dari kawat bulu, hingga melukis batu.
Orang tua juga memperoleh edukasi mengenai perkembangan anak sesuai tahapan usia serta Kartu Aktivitas Stimulasi sebagai referensi kegiatan yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah.
Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Penanggung jawab program, Jennifer Jill Nitte, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendampingi orang tua agar lebih percaya diri dalam memberikan stimulasi perkembangan kepada anak melalui aktivitas bermain yang sederhana.
"Kami berharap orang tua maupun pengasuh semakin memahami pentingnya stimulasi perkembangan anak serta memiliki referensi aktivitas sederhana yang dapat diterapkan di rumah. Dengan begitu, mereka juga dapat lebih kreatif dalam mengajak anak belajar dan bermain sesuai dengan tahap perkembangannya," ujarnya.
Salah seorang orang tua peserta mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pendampingan ini sangat membantu, terutama karena anaknya memiliki energi yang tinggi, tetapi masih memerlukan stimulasi pada aspek bahasa.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan frekuensi yang lebih sering sehingga orang tua memperoleh pendampingan yang lebih berkelanjutan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap orang tua dapat terus menerapkan aktivitas stimulasi secara konsisten di rumah sehingga tumbuh kembang anak berlangsung lebih optimal melalui keterlibatan aktif keluarga.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI