Mengusung program REMAJA SIAP, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) mengajak remaja putri di Kelurahan Duampanua, Kecamatan Baranti Kabupaten Sidrap, memahami pentingnya mencegah stunting sejak dini.
Program kerja individu bertajuk "REMAJA SIAP: Edukasi Mitos–Fakta Pencegahan Stunting pada Remaja Putri" dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Baranti, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan ini diprakarsai oleh Widiastuti Damansyah, mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Universitas Hasanuddin.
Widiastuti menjelaskan, program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak masa remaja.
Menurutnya, upaya mencegah stunting tidak hanya dilakukan saat kehamilan atau setelah anak lahir. Persiapan harus dimulai sejak remaja melalui pemenuhan gizi yang baik, pencegahan anemia, serta pemahaman tentang kesehatan reproduksi.
"Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada remaja putri bahwa kesehatan mereka saat ini memiliki peran penting terhadap kualitas generasi mendatang. Dengan menjaga gizi, mencegah anemia, dan memahami kesehatan reproduksi, remaja dapat mempersiapkan diri menjadi calon ibu yang sehat," ujar Widiastuti.
Kegiatan ini diikuti oleh 38 peserta. Mereka merupakan siswi kelas X dan XII. Edukasi juga dihadiri Ibu TP-PKK Kecamatan Baranti, Ibu TP-PKK Kelurahan Duampanua, serta perwakilan Puskesmas Baranti.
Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan literasi kesehatan remaja dan pencegahan stunting.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test. Kegiatan ini bertujuan mengukur pengetahuan awal peserta tentang stunting, anemia pada remaja putri, gizi seimbang, dan kesehatan reproduksi.
Setelah itu, peserta mengikuti penyampaian materi menggunakan media presentasi. Materi membahas pengertian stunting, faktor risiko, serta pentingnya gizi remaja.
Dipaparkan pula pencegahan anemia melalui konsumsi makanan sumber zat besi dan Tablet Tambah Darah (TTD), serta pentingnya kesiapan fisik dan mental sebelum memasuki masa kehamilan.
Suasana edukasi dibuat lebih interaktif melalui permainan kartu mitos dan fakta. Peserta diajak mengidentifikasi berbagai informasi yang berkembang di masyarakat.
Di antaranya anggapan bahwa stunting hanya disebabkan kurang makan, Tablet Tambah Darah menyebabkan kegemukan, serta menstruasi menjadi tanda seseorang telah siap untuk hamil.
Widiastuti berharap program REMAJA SIAP mampu meningkatkan kepedulian remaja putri terhadap kesehatan diri. Ia juga berharap para peserta memahami pentingnya mempersiapkan diri sebelum menjadi orang tua.
"Harapannya, remaja dapat lebih memahami pentingnya menjaga pola makan, mencegah anemia, serta mempersiapkan kesehatan reproduksi agar dapat berkontribusi dalam pencegahan stunting," katanya.
Sementara itu, Lurah Duampanua mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, edukasi kesehatan seperti ini menjadi bekal penting bagi remaja untuk merencanakan masa depan.
"Kami berharap melalui edukasi kesehatan yang telah diberikan, para siswa dapat lebih memahami pentingnya kematangan organ biologis, kesiapan mental, serta perencanaan masa depan sebagai remaja yang bertanggung jawab sehingga dapat mencegah terjadinya pernikahan usia dini," pungkasnya.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI