Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan edukasi dan skrining hipertensi melalui kunjungan dari rumah ke rumah (home visit) di Kelurahan Toddang Pulu, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Kegiatan yang berlangsung pada pekan kedua hingga pekan keempat Juli 2026 tersebut melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter, Keperawatan, dan Farmasi sebagai upaya meningkatkan deteksi dini, pencegahan, serta pengendalian hipertensi di masyarakat.
Program kolaborasi ini mengintegrasikan tiga program kerja, yakni "Ketuk Pintu Sehat" dari Program Studi Pendidikan Dokter, "KENALI HIPERTENSI (Kenali Hipertensi, Cegah Sejak Dini)" dari Program Studi Keperawatan, serta program edukasi Farmasi bertajuk "Obat Antihipertensi dan Edukasi Beyond-Use Date (BUD): Bijak Mengelola Obat, Cegah Risiko Kesehatan."
Penanggung jawab masing-masing program adalah Eka Putri Ramadhani (Pendidikan Dokter), Fikriyyah Tasyayu Nasaruddin (Keperawatan), dan Shiva Fadillah Ramadhani (Farmasi).
Sebanyak 45 warga dari 45 rumah berhasil dijangkau selama pelaksanaan kegiatan. Kunjungan dilakukan tiga kali setiap pekan dengan tujuan menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah diakses masyarakat sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat melalui edukasi langsung di lingkungan tempat tinggal warga.
Pemilihan metode door-to-door dilatarbelakangi masih tingginya kasus hipertensi yang tidak terdeteksi di masyarakat. Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering tidak menunjukkan gejala khas sehingga banyak penderita tidak menyadari kondisinya hingga terjadi komplikasi.
Kondisi tersebut diperparah oleh masih terbatasnya kebiasaan masyarakat melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin di fasilitas pelayanan kesehatan.
Setiap kunjungan diawali dengan pemeriksaan tekanan darah oleh mahasiswa Pendidikan Dokter, kemudian dilanjutkan dengan pre-test secara lisan untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal warga mengenai hipertensi dan penggunaan obat antihipertensi.
Selanjutnya, mahasiswa Keperawatan memberikan edukasi mengenai pengertian hipertensi, faktor risiko, tanda dan gejala, komplikasi, serta pentingnya penerapan self-management dalam pengendalian tekanan darah.
Masyarakat juga diedukasi mengenai pentingnya menjaga pola makan sehat, meningkatkan aktivitas fisik, mempertahankan berat badan ideal, menghindari kebiasaan merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Materi berikutnya disampaikan oleh mahasiswa Farmasi yang berfokus pada pengenalan obat antihipertensi, cara penggunaan obat yang benar, kepatuhan mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan, serta edukasi mengenai Expired Date (ED) dan Beyond-Use Date (BUD).
Selain itu, masyarakat diberikan pemahaman mengenai prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) sebagai langkah mewujudkan penggunaan obat yang aman dan rasional di lingkungan keluarga.
Program edukasi farmasi bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perbedaan antara tanggal kedaluwarsa (Expired Date) dan Beyond-Use Date, memperkenalkan penggunaan obat antihipertensi secara tepat, mengedukasi cara penyimpanan dan pembuangan obat sesuai prinsip DAGUSIBU, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penggunaan obat yang telah melewati ED maupun BUD.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga mengajak masyarakat mengumpulkan obat yang telah kedaluwarsa atau melewati BUD untuk selanjutnya diserahkan kepada puskesmas sesuai prosedur pengelolaan limbah obat.
Sebagai media pendukung edukasi, setiap rumah yang dikunjungi menerima booklet berjudul "KENALI HIPERTENSI, Kendalikan Tekanan Darah Ta'". Booklet tersebut berisi informasi sederhana mengenai hipertensi, faktor risiko, komplikasi, pencegahan, pengelolaan hipertensi, daftar obat antihipertensi, aturan penggunaan obat, serta penjelasan mengenai ED dan BUD.
Kehadiran booklet diharapkan dapat membantu masyarakat mengulang kembali materi yang telah disampaikan sehingga pesan-pesan kesehatan tetap dapat diterapkan setelah kegiatan berakhir.
Setelah seluruh materi disampaikan, mahasiswa kembali melakukan post-test secara lisan untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan konsultasi.
Pendekatan home visit memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai tekanan darah, pola hidup sehat, maupun penggunaan obat yang selama ini dikonsumsi.
Selama pelaksanaan kegiatan, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hasil skrining juga menunjukkan sebagian besar warga yang diperiksa memiliki tekanan darah di atas nilai normal. Temuan tersebut memperkuat pentingnya deteksi dini hipertensi sebagai langkah awal dalam mencegah terjadinya komplikasi, seperti penyakit jantung, stroke, maupun gangguan ginjal.
Penanggung jawab program "Ketuk Pintu Sehat", Eka Putri Ramadhani, menjelaskan pendekatan door-to-door dipilih untuk menjangkau masyarakat yang belum terbiasa melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
"Banyak warga baru mengetahui tekanan darahnya tinggi ketika kami melakukan pemeriksaan langsung di rumah. Karena itu, pendekatan door-to-door kami pilih agar masyarakat lebih mudah mengakses pemeriksaan kesehatan dan tidak menunda mengetahui kondisi kesehatannya," ujar Eka.
Sementara itu, penanggung jawab program "KENALI HIPERTENSI", Fikriyyah Tasyayu Nasaruddin, berharap edukasi yang diberikan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat dan melibatkan keluarga sebagai pendukung utama pengendalian hipertensi.
Di sisi lain, Shiva Fadillah Ramadhani menyampaikan edukasi mengenai penggunaan obat masih menjadi kebutuhan penting di masyarakat. Menurutnya, masih banyak warga yang belum memahami perbedaan antara ED dan BUD, cara penyimpanan obat yang benar, maupun risiko penggunaan obat yang telah melewati masa layaknya digunakan.
Melalui edukasi ini diharapkan masyarakat semakin bijak mengelola obat di rumah sehingga keamanan dan efektivitas terapi tetap terjaga.
Pelaksanaan program kolaborasi ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Tematik Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular di masyarakat.
Selain sejalan dengan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) ke-3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua usia.
Melalui sinergi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah kelurahan, puskesmas, dan tenaga kesehatan, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat Kelurahan Toddang Pulu untuk rutin memeriksakan tekanan darah, menerapkan pola hidup sehat, menggunakan obat secara rasional, serta mengelola obat di rumah dengan benar.
Pendekatan home visit juga diharapkan menjadi model edukasi kesehatan berbasis keluarga yang berkelanjutan dalam mendukung penguatan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat kelurahan.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI