Warga Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kini memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam menangani kecelakaan kerja di sektor pertanian.
Melalui program SIAGA TANI (Siap Identifikasi, Atasi Gawat Darurat Akibat Kerja Tani), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin memberikan edukasi dan simulasi pertolongan pertama agar petani dan peternak mampu memberikan penanganan awal yang tepat sebelum korban memperoleh bantuan tenaga kesehatan.
Program kerja individu tersebut dilaksanakan pada Kamis, 30 Juli 2026, di Kantor Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang. Kegiatan diinisiasi oleh Nurasi Setiani Tasrie sebagai bentuk intervensi edukasi kesehatan kerja bagi masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di sektor pertanian.
Desa Takkalasi merupakan salah satu desa dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani dan peternak. Aktivitas di lahan memiliki berbagai risiko, mulai dari luka akibat alat pertanian, gigitan ular, keracunan pestisida, hingga gangguan kesehatan akibat paparan panas berlebih (heat-related illness).
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara bersama warga serta kepala dusun, masih banyak masyarakat yang belum memahami langkah pertolongan pertama yang benar. Bahkan, sejumlah cara penanganan yang selama ini dilakukan ternyata tidak sesuai dengan kaidah medis.
Berangkat dari kondisi tersebut, program SIAGA TANI dirancang untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan kelompok tani melalui edukasi dan praktik langsung penanganan kegawatdaruratan yang sering ditemui saat bekerja di lahan.
Kegiatan diikuti sekitar 30 anggota kelompok tani Desa Takkalasi. Antusiasme peserta terlihat sejak awal, terutama saat sesi demonstrasi membalut luka, teknik imobilisasi pada korban gigitan ular, serta simulasi penanganan heat-related illness.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi, pembukaan, dan pretest untuk mengukur pengetahuan awal peserta. Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi secara interaktif menggunakan leaflet dan alat peraga yang membahas penanganan luka dan perdarahan, gigitan ular beserta mitos yang perlu dihindari, pertolongan pertama pada heat-related illness, serta penanganan keracunan pestisida berdasarkan fakta medis.
Setelah sesi materi, peserta mempraktikkan langsung teknik membalut luka, melakukan imobilisasi, dan simulasi pendinginan tubuh pada korban yang mengalami gangguan akibat panas. Kegiatan ditutup dengan posttest, penyampaian kesimpulan, foto bersama, serta pembagian mini kit P3K dan leaflet edukasi kepada seluruh peserta.
Ketua Gapoktan Desa Takkalasi, Mahmuddin, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.
"Baru saya tahu, ternyata cara-cara yang biasa kami pakai untuk menangani luka atau gigitan ular itu jauh berbeda dari yang benar. Selama ini kami cuma ikut kebiasaan orang tua dulu," ujarnya.
Melalui SIAGA TANI, mahasiswa KKN-PK berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan pengetahuan kesehatan dengan peran aktif pemerintah desa dan tenaga kesehatan setempat dalam membangun budaya keselamatan kerja di lingkungan pertanian.
Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui upaya meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja bagi petani dan peternak.
Dengan terlaksananya program ini, diharapkan masyarakat Desa Takkalasi semakin mampu memberikan pertolongan pertama secara tepat pada kondisi gawat darurat akibat kerja tani.
Keberadaan poster, leaflet, dan mini kit P3K yang dibagikan juga diharapkan menjadi media edukasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan setelah masa KKN-PK Universitas Hasanuddin berakhir.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI