Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas), Jefferzon Patulak Tandioga, menghadirkan program “Smart Public Information” di Desa Bina Baru, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Ahad (9/8/2026).
Program tersebut memanfaatkan QR Code untuk mempermudah masyarakat memperoleh informasi terkait pelayanan administrasi dan pembuatan surat di desa.
Melalui pemindaian QR Code menggunakan telepon seluler, masyarakat dapat mengetahui jenis surat, persyaratan, dokumen yang perlu disiapkan, serta prosedur dan alur pengurusannya.
Jefferzon menjelaskan, program tersebut dibuat sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat akan informasi administrasi desa yang mudah diakses dan dipahami.
“Kami melihat informasi mengenai pembuatan surat masih perlu dibuat lebih mudah diakses oleh masyarakat. Melalui QR Code ini, masyarakat dapat mengetahui jenis surat yang dibutuhkan, persyaratan yang harus disiapkan, serta alur pengurusannya sebelum datang ke kantor desa,” ungkap Jefferzon.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa terlebih dahulu mengidentifikasi jenis pelayanan surat yang sering dibutuhkan masyarakat. Informasi tersebut kemudian dikumpulkan, disusun, dan dikelompokkan berdasarkan jenis surat serta persyaratan administrasinya.
Informasi yang telah disusun selanjutnya dimasukkan ke dalam media digital yang terhubung dengan QR Code. Sebelum diterapkan, mahasiswa melakukan uji coba untuk memastikan tautan dapat diakses dengan baik dan informasi yang ditampilkan sesuai dengan jenis pelayanan.
QR Code kemudian ditempatkan pada media informasi yang dapat dijangkau masyarakat Desa Bina Baru.
Kepala Desa Bina Baru mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, inovasi itu membantu masyarakat mengetahui persyaratan dan tata cara pengurusan surat sebelum datang ke kantor desa.
“Program ini sangat membantu karena masyarakat bisa mengetahui terlebih dahulu persyaratan dan tata cara pengurusan surat sebelum datang ke kantor desa. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu bolak-balik hanya karena ada berkas yang belum disiapkan,” ujarnya.
Jefferzon berharap Smart Public Information dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan pemerintah desa sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan administrasi.
“Harapannya, QR Code ini bisa terus digunakan dan dikembangkan oleh pemerintah desa. Masyarakat cukup memindai, kemudian informasi mengenai surat yang ingin dibuat sudah bisa dilihat terlebih dahulu. Jadi proses pelayanan bisa menjadi lebih mudah, jelas, dan efisien,” tambahnya.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Unhas menghadirkan pemanfaatan teknologi sederhana untuk mempercepat akses informasi pelayanan administrasi. Inovasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung penerapan konsep smart village di Desa Bina Baru.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI