Maraknya penyebaran hoaks dan meningkatnya berbagai modus penipuan digital mendorong pentingnya penguatan literasi digital di tengah masyarakat.
Menjawab tantangan tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas), Zulqivly, melaksanakan program kerja individu bertajuk "Pelatihan Literasi Digital dan Pencegahan Hoaks bagi Masyarakat Kelurahan Macorawalie" pada Selasa (4/8/2026) di Kantor Kelurahan Macorawalie, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan media digital yang aman, cerdas, dan bertanggung jawab, khususnya dalam mengenali hoaks, melindungi data pribadi, serta mengantisipasi berbagai bentuk penipuan digital yang semakin beragam.
Pelatihan diikuti oleh perangkat kelurahan, anggota PKK, dan masyarakat umum. Selama kegiatan, peserta memperoleh materi melalui penyampaian teori, diskusi, simulasi kasus, hingga praktik sederhana untuk mengidentifikasi informasi palsu yang beredar di media sosial.
Dalam pemaparannya, Zulqivly menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan banyak manfaat, tetapi juga membawa risiko berupa penyebaran disinformasi, pencurian data pribadi, dan meningkatnya kejahatan siber.
Oleh karena itu, kemampuan memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau membagikannya menjadi keterampilan penting yang perlu dimiliki setiap pengguna media digital.
Materi pelatihan mencakup pengertian dan ciri-ciri hoaks, teknik memverifikasi informasi, perlindungan data pribadi, serta pengenalan berbagai modus penipuan digital, seperti phishing, investasi bodong, penipuan hadiah, penyalahgunaan kode OTP, hingga penipuan yang mengatasnamakan anggota keluarga.
Sebagai bahan edukasi lanjutan, peserta juga menerima poster literasi digital yang berisi panduan mengenali hoaks, menjaga keamanan data pribadi, serta langkah-langkah menghadapi pesan mencurigakan.
Poster tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di ruang digital.
Pelatihan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dan diskusi mengenai pengalaman peserta menerima pesan mencurigakan melalui WhatsApp maupun media sosial lainnya. Peserta juga diajak mempraktikkan cara memeriksa kebenaran informasi menggunakan mesin pencari dan sumber informasi resmi.
"Program ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat tentang cara mengenali hoaks dan menghindari penipuan digital. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat diperluas hingga menjangkau seluruh Kabupaten Sidrap, mengingat kasus penipuan digital masih sering terjadi. Edukasi seperti ini penting agar masyarakat semakin waspada dan mampu menggunakan media digital secara bijak," ujar Ririn, salah seorang peserta.
Pemerintah Kelurahan Macorawalie mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era digital.
Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai ancaman di ruang digital sekaligus membangun budaya bermedia sosial yang lebih sehat, kritis, dan bertanggung jawab.
Melalui program kerja tersebut, mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap literasi digital masyarakat terus meningkat sehingga teknologi dapat dimanfaatkan secara produktif, aman, dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kapasitas yang menjawab kebutuhan nyata di tingkat kelurahan.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI