Pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin mendapat pujian dari warga Desa Wanio, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Mahasiswa dinilai telah memberi kontribusi nyata melalui berbagai program di bidang kesehatan, kebersihan lingkungan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Respons positif tersebut disampaikan dalam Seminar Akhir Program Kerja sekaligus Ramah Tamah KKN Profesi Kesehatan 69 yang digelar di Posko KKNT 116, Dusun Botto, Desa Wanio, Rabu (12/8/2026) malam.
Kegiatan dihadiri 34 peserta yang terdiri atas Kepala Desa, Ketua BPD, para kepala dusun, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, imam masjid, serta masyarakat Desa Wanio.
Seminar menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memaparkan hasil berbagai program yang telah dilaksanakan selama masa pengabdian.
Program-program tersebut disusun berdasarkan hasil observasi, identifikasi permasalahan, dan kebutuhan kesehatan masyarakat dengan melibatkan pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta warga.
Ketua BPD Desa Wanio, Drs. Najmuddin, menyampaikan pujian dan terima kasih atas kontribusi mahasiswa selama berada di Desa Wanio.
"Ananda semua, saya atas nama warga Desa Wanio mengucapkan selamat. Bila ada hal yang kurang berkenan di desa kami, mohon diberikan maaf kepada warga desa kami. Dan juga disampaikan kepada dosen pembimbingnya, atas nama warga masyarakat Desa Wanio kami mengucapkan terima kasih atas keberhasilannya menjadi peserta KKN di Desa Wanio," ujar Najmuddin.
Ia menilai kehadiran mahasiswa memberi warna dalam kehidupan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang menyentuh kebutuhan warga, terutama di bidang kesehatan, kebersihan lingkungan, edukasi, dan pemberdayaan.
Koordinator Desa KKN Profesi Kesehatan 69, Purna Hidayat, turut menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang telah mendukung pelaksanaan program.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Wanio, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta seluruh masyarakat yang telah menerima dan mendukung kami selama menjalankan program kerja. Banyak pengalaman dan pembelajaran yang kami dapatkan selama berada di Desa Wanio. Kami juga memohon maaf apabila selama berinteraksi maupun melaksanakan kegiatan terdapat kesalahan, kekurangan, atau hal-hal yang kurang berkenan," ujar Purna.
Usai seminar, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dalam suasana kekeluargaan. Pertemuan tersebut menjadi ruang perpisahan sekaligus penanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa di Desa Wanio.
Bagi mahasiswa, dukungan dan sambutan warga menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdian mereka. Sementara bagi masyarakat, berbagai program yang telah dilaksanakan diharapkan tidak berhenti setelah mahasiswa meninggalkan desa, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan secara mandiri dengan dukungan pemerintah desa dan masyarakat.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI