Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program pemetaan lahan sawah kelompok tani berbasis Google Earth di Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Program ini bertujuan menghadirkan data spasial yang lebih tertata sebagai pendukung pengelolaan administrasi pertanian dan penyusunan kebijakan berbasis data di tingkat desa.
Kegiatan diawali dengan pengumpulan informasi mengenai kelompok tani beserta wilayah lahan sawah yang mereka kelola.
Data tersebut kemudian diolah menggunakan teknologi pemetaan digital untuk menghasilkan peta yang menampilkan batas wilayah, identitas kelompok tani, nama ketua kelompok, serta klasifikasi visual melalui pewarnaan berbeda pada setiap kelompok tani.
Berdasarkan hasil pemetaan, total luas lahan persawahan yang berhasil didata di Desa Kanie mencapai 1.303,56 hektare. Data tersebut diharapkan mempermudah identifikasi wilayah, pendataan lahan, serta pengelolaan administrasi pertanian secara lebih sistematis.
Untuk memastikan akurasi, proses pemetaan tidak hanya mengandalkan interpretasi citra satelit, tetapi juga dilengkapi dengan survei lapangan.
Langkah ini dilakukan guna memverifikasi batas lahan sekaligus memperoleh informasi langsung dari pihak-pihak yang memahami kondisi wilayah pertanian Desa Kanie.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Kanie, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta pengurus kelompok tani.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam proses validasi sehingga data yang dihasilkan memiliki tingkat akurasi yang lebih baik.
"Pemetaan ini sangat membantu dalam penyaluran bantuan agar lebih tepat sasaran. Selain itu, data luasan lahan setiap kelompok tani dapat menjadi dasar dalam menentukan besaran bantuan yang diterima," ujar Gustiara, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Kanie.
Koordinator program, Salman Mubarak, mengatakan peta digital yang disusun diharapkan menjadi fondasi bagi pengelolaan data pertanian desa yang lebih modern dan berkelanjutan.
"Melalui program ini, diharapkan tersedia basis data lahan sawah yang lebih sistematis sehingga dapat dimanfaatkan sebagai referensi dalam pendataan kelompok tani, verifikasi calon penerima bantuan pertanian, hingga penyusunan program pembangunan sektor pertanian yang lebih tepat sasaran. Peta digital ini juga diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan data pertanian desa yang lebih efektif dan berkelanjutan," ujarnya.
Program tersebut menjadi wujud implementasi peran mahasiswa dalam mengintegrasikan teknologi geospasial dengan kebutuhan masyarakat desa.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan kelompok tani, pemanfaatan teknologi digital diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola sektor pertanian sekaligus mendukung perencanaan pembangunan pertanian yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan di Desa Kanie.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI