Digigit Hewan Penular Rabies Harus Apa? Murid SD di Arawa Dibekali Langkah Pertolongan Pertama

Rabu, 22 Juli 2026
Digigit Hewan Penular Rabies Harus Apa? Murid SD di Arawa Dibekali Langkah Pertolongan Pertama

Digigit Hewan Penular Rabies Harus Apa? Murid SD di Arawa Dibekali Langkah Pertolongan Pertama

Apa yang harus dilakukan jika tergigit hewan penular rabies? Pertanyaan ini menjadi bekal penting yang dipelajari murid UPT SD Negeri 6 Arawa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, dalam edukasi yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin, Rabu (22/7/2026).

Sebanyak 30 murid gabungan kelas VI A dan VI B mengikuti kegiatan bertajuk "Sekolah Siaga Rabies: Penyuluhan Pencegahan Rabies, Interaksi Aman dengan Hewan, dan Demonstrasi Pertolongan Pertama pada Gigitan Hewan Penular Rabies bagi Anak Sekolah Dasar".

Kegiatan dipandu oleh Muhammad Zhakwan Akbar, mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Hasanuddin. Edukasi diawali dengan pembukaan dan pengenalan singkat mengenai rabies, kemudian dilanjutkan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal murid sebelum menerima materi.

Dalam penyuluhan, peserta dikenalkan dengan rabies sebagai penyakit berbahaya yang menyerang otak dan sistem saraf. Mereka juga mempelajari cara penularannya melalui gigitan, cakaran, maupun air liur hewan yang mengenai luka terbuka, serta berbagai langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa KKN-PK Unhas juga mengajarkan cara berinteraksi dengan hewan secara aman, seperti meminta izin kepada pemilik sebelum memegang hewan, tidak mengganggu hewan saat makan atau tidur, tidak menarik ekor maupun memukul hewan, serta membiasakan mencuci tangan setelah bermain dengan hewan. 

Selain itu, murid diberi pemahaman mengenai pentingnya vaksinasi hewan peliharaan sebagai salah satu upaya mencegah rabies.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta ialah demonstrasi pertolongan pertama apabila terjadi gigitan hewan penular rabies. Dalam praktik tersebut dijelaskan, luka harus segera dicuci menggunakan air mengalir selama 15 menit, kemudian korban melaporkan kejadian kepada orang tua atau guru, serta segera menuju puskesmas atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Demonstrasi juga melibatkan beberapa murid sehingga mereka dapat mempraktikkan langsung langkah-langkah pertolongan pertama yang telah dijelaskan.

Selama kegiatan berlangsung, para murid tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berani mengemukakan pendapat, serta berpartisipasi dalam praktik demonstrasi sehingga suasana penyuluhan berlangsung interaktif.

Sebagai evaluasi, kegiatan ditutup dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan, murid mampu memahami pengertian rabies, mengenali cara penularannya, mengetahui perilaku yang aman saat berinteraksi dengan hewan, serta memahami langkah pertolongan pertama apabila terjadi gigitan hewan penular rabies.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap para murid tidak hanya mampu melindungi diri dari risiko rabies, tetapi juga menjadi agen edukasi bagi keluarga dan lingkungan sekitar dengan menerapkan perilaku aman saat berinteraksi dengan hewan.

Edukasi sejak usia sekolah diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung upaya pencegahan rabies di masyarakat sekaligus menciptakan generasi yang lebih peduli terhadap kesehatan manusia maupun hewan.

Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...