Pemerintah Kabupaten Sidrap bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (FEB Unhas) memperkuat pengembangan ekonomi lokal melalui penguatan kewirausahaan dan pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Upaya tersebut diwujudkan melalui program Wirausaha Sidrap Berdaya, ditandai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Pemkab Sidrap dan FEB Unhas serta perjanjian kerja sama Program Desa Binaan dengan sejumlah desa dan kelurahan di Sidrap.
Kegiatan berlangsung di Aula Saromase, Kompleks SKPD Sidrap, Ahad (6/9/2026). Penandatanganan MoU dilakukan Dekan FEB Unhas Dr. Mursalim Nohong bersama Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif.
Sementara itu, perjanjian kerja sama Program Desa Binaan FEB Unhas mencakup delapan wilayah, yakni Kelurahan Maccorawalie, Desa Bulo, Desa Bulo Wattang, Desa Cipotakari, Kelurahan Kanyuara, Desa Talumae, Desa Talawe, dan Kelurahan Sidenreng.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat desa, khususnya pelaku UMKM, melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, informasi, dan praktik kewirausahaan yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha.
Dekan FEB Unhas Dr. Mursalim Nohong mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan bimbingan teknis kewirausahaan bagi desa binaan di Kabupaten Sidrap.
Menurutnya, kehadiran FEB Unhas diharapkan dapat memberikan penguatan kapasitas kepada masyarakat sehingga pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan, pembinaan UMKM menjadi salah satu hal penting yang perlu terus dilakukan agar pelaku usaha di daerah dapat berkembang dan naik kelas.
Ia menyampaikan, kerja sama dengan FEB Unhas membuka akses bagi pelaku UMKM untuk memperoleh ilmu, informasi, dan praktik yang relevan dengan kebutuhan pengembangan usaha.
“Bagaimana pembinaan UMKM ini bisa naik kelas. Dengan kerja sama bersama FEB Unhas, para pelaku UMKM mendapatkan ilmu, informasi, dan praktik yang dapat diterapkan dalam mengembangkan usahanya,” ujar Syaharuddin.
Bupati menambahkan, para pelaku UMKM akan mendapatkan bimbingan teknis selama dua hari. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pendampingan agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pengelolaan usaha.
Selain meningkatkan kemampuan pelaku UMKM, program tersebut diharapkan dapat memperkuat tumbuhnya wirausaha baru sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi yang dimiliki desa.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Sidrap Haslindah Syaharuddin bersama jajaran pimpinan dan sivitas akademika FEB Unhas.
Tampak pula Asisten Pemerintahan dan Kesra Muhammad Ikbal, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Patahangi Nurdin, Kepala Dinas Pemdes PPA Andi Surya Praja, serta para kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sidrap.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah dan perguruan tinggi tersebut, pengembangan UMKM diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut melalui pendampingan yang mampu memperkuat kemandirian dan daya saing pelaku usaha di desa.
Pewarta: REZKY MUBARAK
Editor: NURYADIN SUKRI