UPT Puskesmas Lawawoi, Kabupaten Sidenreng Rappang, terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui pengembangan inovasi layanan berbasis digital. Tahun ini, Puskesmas Lawawoi memperkenalkan dua inovasi unggulan yang bertujuan memperkuat pelayanan promotif, preventif, serta pencatatan kesehatan masyarakat.
Inovasi pertama adalah GEN-ZI (Gerakan Edukasi dan Konseling Gizi Digital) yang diinisiasi oleh dr. Zul Fadhli Patmir. Inovasi ini hadir sebagai solusi atas belum optimalnya pelayanan konseling gizi kepada masyarakat.
GEN-ZI dirancang dengan memanfaatkan media digital untuk mempermudah akses masyarakat terhadap edukasi gizi sekaligus meningkatkan efektivitas layanan konseling.
Melalui inovasi ini, masyarakat dapat memperoleh informasi gizi secara lebih mudah, cepat, dan tepat sehingga mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat serta pencegahan berbagai masalah gizi.
Menurut dr. Zul Fadhli Patmir, GEN-ZI merupakan bentuk komitmen Puskesmas Lawawoi dalam memperkuat pelayanan kesehatan promotif dan preventif.
Selain meningkatkan akses terhadap edukasi kesehatan, program ini juga diharapkan mampu mendukung upaya perbaikan status gizi masyarakat serta mencegah berbagai penyakit yang berkaitan dengan masalah gizi.
Sementara itu, inovasi kedua yang diperkenalkan adalah Sistem Imunisasi Tetanus Digital (SiTTa), yakni sistem digital pencatatan dan monitoring imunisasi tetanus pada wanita usia subur (WUS) dalam mendukung eliminasi tetanus maternal dan neonatal.
Inovasi yang diinisiasi oleh Baharuddin, S.Kep., Ns. ini dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan imunisasi, khususnya bagi wanita usia subur. SiTTa memanfaatkan teknologi digital yang sederhana, namun efektif, dalam mendukung proses pencatatan dan pemantauan imunisasi tetanus secara lebih akurat dan efisien.
Melalui SiTTa, petugas kesehatan dapat melakukan pencatatan data imunisasi secara lebih terstruktur sehingga memudahkan proses monitoring dan evaluasi.
Selain meningkatkan kualitas data, inovasi ini juga membantu meningkatkan efisiensi kerja petugas kesehatan serta mendorong kepatuhan masyarakat dalam mengikuti program imunisasi tetanus secara lengkap.
Kedua inovasi tersebut kini telah diterapkan di UPT Puskesmas Lawawoi, Kabupaten Sidenreng Rappang, sebagai bagian dari transformasi pelayanan kesehatan berbasis inovasi dan teknologi digital.
Kepala UPT Puskesmas Lawawoi, Muhammad Ali, S.ST., Ns., memberikan apresiasi atas lahirnya kedua inovasi tersebut. Menurutnya, inovasi yang dikembangkan oleh tenaga kesehatan di lingkungan Puskesmas Lawawoi merupakan langkah nyata dalam meningkatkan mutu pelayanan publik di bidang kesehatan.
"Kami mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan oleh para inovator. Semoga inovasi ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik," ujar Muhammad Ali.
Hadirnya GEN-ZI dan SiTTa menjadi bukti komitmen Puskesmas Lawawoi dalam menghadirkan layanan kesehatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI