Cegah Diare dari Kebiasaan Sederhana, KKN-PK Unhas Ajak Murid SD Membiasakan CTPS

Rabu, 22 Juli 2026
Cegah Diare dari Kebiasaan Sederhana, KKN-PK Unhas Ajak Murid SD Membiasakan CTPS

Cegah Diare dari Kebiasaan Sederhana, KKN-PK Unhas Ajak Murid SD Membiasakan CTPS

Melalui program PHBS CERDAS, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin mengedukasi sekaligus mendemonstrasikan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) kepada siswa UPT SD Negeri 6 Arawa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Rabu (22/7/2026).

Program yang dipandu Alini Amanda sebagai penanggung jawab ini mengangkat tema "Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui Demonstrasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai Upaya Pencegahan Diare pada Siswa Sekolah Dasar". Kegiatan ini melibatkan siswa kelas V sebagai peserta penyuluhan.

Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal siswa mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), serta pencegahan diare. Hasil awal tersebut menjadi dasar penyampaian materi agar lebih sesuai dengan kebutuhan peserta.

Dalam sesi edukasi, mahasiswa menjelaskan bahwa tangan yang tampak bersih belum tentu bebas dari kuman. Bakteri dan virus yang menempel pada tangan dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau saat menyentuh wajah sehingga berpotensi menyebabkan berbagai penyakit, termasuk diare.

Siswa juga diperkenalkan dengan konsep PHBS sebagai kebiasaan sehari-hari yang mampu menjaga kesehatan. Selain mencuci tangan menggunakan sabun, mereka diajak membiasakan memotong kuku secara rutin, mengonsumsi air matang, membuang sampah pada tempatnya, serta memilih makanan yang bersih dan aman dikonsumsi.

Materi kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai lima waktu penting melakukan CTPS, yaitu sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah bermain, setelah memegang sampah, serta setelah batuk atau bersin. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan hidup bersih sejak usia sekolah.

Tidak hanya menerima materi, siswa juga diajak mempraktikkan enam langkah CTPS melalui demonstrasi yang dipandu mahasiswa KKN-PK. Seluruh peserta mengikuti simulasi bersama sehingga mampu memahami sekaligus mempraktikkan teknik mencuci tangan yang benar.

Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias menjawab pertanyaan, mengikuti demonstrasi, hingga berani mempraktikkan enam langkah CTPS di depan kelas. Metode belajar yang dipadukan dengan praktik langsung membuat materi lebih mudah dipahami dan diingat.

Sebagai evaluasi, kegiatan ditutup dengan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti penyuluhan. Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya PHBS, mengetahui waktu-waktu penting mencuci tangan menggunakan sabun, serta mampu mempraktikkan enam langkah CTPS dengan baik dan benar.

Melalui program PHBS CERDAS, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun tidak berhenti di ruang kelas, tetapi menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari para siswa. Dengan membiasakan CTPS sejak dini, risiko diare dapat ditekan sekaligus membangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...