Tutup Temu Pendidikan Nusantara ke-13, Bupati Syaharuddin: Keluarkan Ilmu Terbaik untuk Sidrap

Minggu, 19 Juli 2026
Tutup Temu Pendidikan Nusantara ke-13, Bupati Syaharuddin: Keluarkan Ilmu Terbaik untuk Sidrap

Tutup Temu Pendidikan Nusantara ke-13, Bupati Syaharuddin: Keluarkan Ilmu Terbaik untuk Sidrap

Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif mengajak seluruh guru dan pendidik untuk mengeluarkan ilmu, kemampuan, dan inovasi terbaiknya demi mencetak generasi unggul di Kabupaten Sidrap. Pesan tersebut disampaikan saat menutup kegiatan Temu Pendidikan Nusantara Tingkat Kabupaten Sidrap ke-13, Ahad (19/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Area Camping Data'e, Kecamatan Watang Pulu tersebut diikuti sekitar 600 peserta yang terdiri atas guru, siswa, dan unsur pendidikan lainnya se-Kabupaten Sidrap.

Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin mengapresiasi panitia dan seluruh peserta yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, Temu Pendidikan Nusantara menjadi ruang penting bagi para pendidik untuk berbagi gagasan, pengalaman, dan praktik baik dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Saya minta tolong, keluarkan semua ilmu terbaiknya. Supaya anak Sidrap kita tanamkan ilmu kebaikan sekarang. Nanti 5 tahun, 10 tahun ke depan anak-anak yang kita didik sekarang bisa menjadi berhasil semuanya,” ujarnya.

Syaharuddin menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah karena menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Ia menyebut tiga faktor utama penopang IPM, yakni kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Menurutnya, sektor ekonomi dan kesehatan Sidrap telah menunjukkan perkembangan positif, sementara sektor pendidikan masih perlu terus diperkuat.

“Untuk ekonomi dan kesehatan sudah menopang. Sisa sektor pendidikan yang harus kita tingkatkan, terutama menekan angka anak tidak sekolah dan meningkatkan harapan lama sekolah,” katanya.

Bupati Syaharuddin memaparkan, pertumbuhan ekonomi Sidrap saat ini berada di posisi tertinggi di Sulawesi Selatan dengan angka pertumbuhan 7,71 persen. Secara nasional, Sidrap berada di peringkat 16 dari 514 kabupaten, masuk 10 besar kabupaten di kawasan Indonesia Timur, serta berada di peringkat kelima di Sulawesi.

Menurutnya, tantangan terbesar pemerintah bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi bagaimana meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dalam sektor pendidikan, lanjutnya, Pemkab Sidrap menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari revitalisasi sarana dan prasarana sekolah, peningkatan kesejahteraan guru, perluasan program beasiswa, hingga penguatan pengelolaan Dana BOS.

Ia juga menyampaikan rencana kerja sama pendidikan lanjutan bagi guru yang ingin meningkatkan kompetensi hingga jenjang S2 dan S3 agar tidak perlu keluar daerah. “Kalau ada guru yang mau meningkatkan pendidikan, nanti kita buka kerja sama supaya tidak perlu lagi pergi ke luar daerah,” katanya.

Syaharuddin juga mengungkapkan pihaknya tengah melakukan verifikasi dan validasi data calon kepala sekolah baru. Proses tersebut dilakukan untuk mencari figur yang memiliki prestasi dan kinerja terbaik.

“Kalau saya mengganti, saya mau cari yang berprestasi dan berkinerja. Penilaian saya adalah kinerja dan kualitas,” tegasnya.

Bupati selanjutnya menegaskan komitmen menjaga kesejahteraan guru, termasuk memastikan hak-hak seperti gaji dan sertifikasi tidak terganggu. Ia juga mengajak para guru menjadi penggerak perubahan melalui program Pendidikan Unggul, di antaranya Sidrap Bersih, Sidrap Berkah, dan Sidrap Unggul.

Syaharuddin menyebut jumlah guru di Sidrap sekitar 2.400 orang. Ia optimistis, jika seluruh guru bergerak bersama, perubahan besar di sektor pendidikan dapat diwujudkan. “Dengan ilmu kita bisa mengubah daerah kita. Dengan ilmu kita bisa mengubah kebanggaan keluarga kita,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Guru Nusantara Sidrap Rahmat menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Sidrap terhadap dunia pendidikan.

Ia mengatakan, Temu Pendidikan Nusantara ke-13 menjadi bukti meningkatnya semangat guru untuk terus belajar dan berinovasi. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 450 peserta yang mendaftar secara daring, ditambah 140 siswa yang tampil dalam berbagai kegiatan.

“Alhamdulillah kita mencapai target sekitar 600 peserta. Ini menunjukkan guru-guru kita mulai bergerak secara mandiri untuk meningkatkan kapasitasnya,” ujarnya.

Rahmat menambahkan, sejumlah agenda digelar dalam kegiatan tersebut, di antaranya presentasi praktik baik dari tiga guru Sidrap dan lomba cerdas cermat yang diikuti 63 tim.
Ia juga menyebut kegiatan tahun ini mendapat perhatian dari sejumlah tokoh pendidikan nasional. Beberapa di antaranya berasal dari Badan Akreditasi Nasional dan Sekolah Cikal yang memberikan inspirasi bagi guru-guru Sidrap.

Pewarta: ABDUL HASAN
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...