Diabetes melitus kerap berkembang tanpa gejala pada tahap awal sehingga banyak penderitanya baru mengetahui penyakit tersebut setelah muncul komplikasi.
Berangkat dari kondisi itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin, Divina Puti Lenggogeni, menggelar program Edukasi Diabetes Melitus dan Skrining Kadar Gula Darah Sewaktu sebagai Upaya Deteksi Dini di Kelurahan Arawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Program kerja individu mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin itu dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran terhadap penyakit tidak menular, khususnya diabetes melitus.
Kegiatan tersebut juga didasarkan pada Laporan Bulanan Kesakitan Terbanyak UPT Puskesmas Lawawoi Juni 2026, yang menunjukkan diabetes melitus tipe 2 menempati urutan ketiga dari sepuluh penyakit terbanyak dengan 57 kasus. Kondisi itu menjadi perhatian mengingat deteksi dini berperan penting dalam mencegah komplikasi penyakit.
"Banyak penderita diabetes melitus tidak menyadari dirinya mengidap penyakit ini karena pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala. Akibatnya, diagnosis baru ditegakkan ketika komplikasi telah terjadi," ujar Divina, Senin (20/7/2026).
Ia berharap edukasi dan skrining gula darah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sehingga individu yang berisiko dapat segera memperoleh pemeriksaan lanjutan dan penanganan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai diabetes melitus. Peserta diberikan pemahaman tentang pengertian penyakit, faktor risiko, tanda dan gejala, komplikasi yang dapat terjadi apabila tidak ditangani dengan baik, serta langkah pencegahan melalui penerapan pola hidup sehat.
Dalam sesi tersebut, masyarakat juga diedukasi mengenai pentingnya mengatur pola makan, melakukan aktivitas fisik secara teratur, menjaga berat badan ideal, serta menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Divina menekankan bahwa diabetes melitus tidak selalu menimbulkan keluhan pada fase awal sehingga pemeriksaan gula darah rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi penyakit sejak dini.
Usai penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan skrining kadar gula darah sewaktu menggunakan glukometer. Pemeriksaan tersebut memberikan gambaran awal mengenai kondisi kadar glukosa darah peserta sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko diabetes melitus.
Peserta yang hasil pemeriksaannya menunjukkan kadar gula darah di atas batas normal memperoleh konseling singkat mengenai hasil pemeriksaan serta dianjurkan menjalani pemeriksaan lanjutan di UPT Puskesmas Lawawoi.
Langkah tersebut bertujuan memastikan peserta mendapatkan diagnosis yang tepat, penanganan medis yang sesuai, dan terapi lebih lanjut apabila diperlukan sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan.
Melalui program ini, Divina berharap masyarakat Kelurahan Arawa tidak lagi menunggu munculnya gejala atau komplikasi sebelum memeriksakan kondisi kesehatannya. Ia juga berharap kesadaran untuk melakukan deteksi dini dapat menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap penerapan pola hidup sehat.
Program Edukasi Diabetes Melitus dan Skrining Kadar Gula Darah Sewaktu menjadi salah satu kontribusi nyata mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Universitas Hasanuddin dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Sinergi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, pemerintah kelurahan, dan masyarakat diharapkan terus terjalin untuk memperkuat upaya promotif dan preventif sehingga masyarakat Kelurahan Arawa semakin sadar akan pentingnya deteksi dini diabetes melitus dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI