Anggota Palang Merah Remaja (PMR) SMP Negeri 4 Dua Pitue kini lebih siap menghadapi keadaan darurat setelah mengikuti pelatihan SIGAP PPGD (Siswa Tanggap Gawat Darurat dan Pertolongan Pertama) yang digelar Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin, Rabu (22/7/2026).
Pelatihan ini membekali siswa sekolah yang terletak di Kelurahan Ponrangae, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap, pengetahuan dan keterampilan dasar pertolongan pertama sebelum korban mendapatkan penanganan tenaga kesehatan.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), mulai dari pengenalan kondisi gawat darurat, prinsip dasar pertolongan pertama, penilaian awal korban, hingga langkah-langkah penanganan cedera sederhana.
Setelah sesi materi, peserta mengikuti praktik pembalutan luka, penggunaan perban, serta penanganan cedera sederhana menggunakan perlengkapan P3K dengan pendampingan langsung dari mahasiswa KKN-PK.
Selama kegiatan berlangsung, anggota PMR menunjukkan antusiasme yang tinggi. Peserta aktif mengikuti penyampaian materi, berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta bersemangat saat mengikuti praktik.
Bagi sebagian besar peserta, pelatihan ini menjadi pengalaman pertama mempelajari PPGD sehingga memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan ketika menghadapi situasi darurat di sekolah maupun di lingkungan sekitar.
Untuk mendukung kegiatan, mahasiswa KKN-PK juga menyerahkan sejumlah perlengkapan P3K, seperti bandage, perban, dan perlengkapan kotak P3K lainnya. Bantuan tersebut diberikan setelah hasil observasi menunjukkan bahwa fasilitas P3K di Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SMP Negeri 4 Dua Pitue masih belum lengkap.
Perlengkapan itu diharapkan dapat dimanfaatkan anggota PMR dalam memberikan pertolongan pertama di lingkungan sekolah.
Penanggung jawab kegiatan, Hikmah Ramadhani Mursalim, mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, mengatakan pelatihan ini bertujuan agar anggota PMR tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan dasar yang dapat diterapkan saat menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
"Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan anggota PMR dalam memberikan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan aman sebelum korban mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tenaga kesehatan. Selain itu, bantuan perlengkapan P3K yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan PMR di sekolah," ujarnya.
Melalui program SIGAP PPGD, mahasiswa KKN-PK juga mengajak anggota PMR untuk terus mengasah kemampuan pertolongan pertama melalui latihan secara berkala serta memanfaatkan fasilitas P3K yang tersedia.
Diharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membentuk anggota PMR yang sigap, terampil, dan mampu menjadi pelopor keselamatan di lingkungan sekolah.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI