Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin memperkenalkan pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku briket bioarang melalui program SMART BRIKET: Strategi Inovasi Pemanfaatan Sekam Padi Menjadi Briket Bioarang, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang dibawakan William Turu Pasumbung di bawah bimbingan Muhammad Junaid, SP., MP., Ph.D., MCE., ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan praktik langsung kepada masyarakat Desa Abbokongang, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta dikenalkan pada potensi sekam padi sebagai limbah pertanian yang dapat diolah menjadi produk bernilai guna. Materi mencakup pengenalan sekam padi, briket bioarang, manfaat pemanfaatannya, hingga tahapan pengolahan sekam padi menjadi briket.
Penyampaian materi dilakukan secara sederhana agar peserta lebih mudah memahami bahwa sekam padi tidak hanya menjadi limbah, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku energi alternatif.
Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung. Mahasiswa memperagakan tahapan pengolahan sekam padi menjadi briket bioarang sehingga peserta dapat melihat secara langsung proses yang telah dijelaskan.
Praktik tersebut memberikan pengalaman kepada peserta untuk memahami penerapan pemanfaatan limbah pertanian secara lebih nyata, mulai dari bahan yang digunakan hingga proses pengolahannya.
Melalui SMART BRIKET, mahasiswa berharap masyarakat dapat melihat peluang pemanfaatan sekam padi yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain mengurangi limbah pertanian, pengolahan tersebut juga dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mengenalkan pemanfaatan limbah pertanian secara kreatif sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI