Mahasiswa KKN Unhas Paparkan Capaian Program Pemberdayaan dan Digitalisasi UMKM di Majjelling Wattang

Rabu, 12 Agustus 2026
Mahasiswa KKN Unhas Paparkan Capaian Program Pemberdayaan dan Digitalisasi UMKM di Majjelling Wattang

Mahasiswa KKN Unhas Paparkan Capaian Program Pemberdayaan dan Digitalisasi UMKM di Majjelling Wattang

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UMKM Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Kelurahan Majjelling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang memaparkan capaian program pemberdayaan dan digitalisasi UMKM dalam Seminar Hasil Program Kerja yang digelar Selasa (11/8/2026), di Aula kantor kelurahan setempat.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan hasil pelaksanaan program sekaligus memperlihatkan berbagai luaran yang telah dihasilkan bersama masyarakat dan Pemerintah Kelurahan Majjelling Wattang. 

Seminar dihadiri 40 peserta yang terdiri atas masyarakat, perangkat kelurahan, perwakilan Kecamatan Maritengngae, serta mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin.

Pelaksanaan KKN Tematik UMKM Gelombang 116 di Kelurahan Majjelling Wattang berada di bawah pendampingan Rastiawaty, S.H., M.H. selaku Dosen Pendamping Kegiatan (DPK). Selama masa KKN, mahasiswa menjalankan satu program kerja kelompok dan delapan program kerja individu yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kompetensi keilmuan masing-masing mahasiswa.

Salah satu luaran utama program kelompok adalah MAPPASITURU, yakni pembuatan website pusat informasi dan promosi UMKM Kelurahan Majjelling Wattang. Website tersebut memuat informasi mengenai UMKM serta profil kelurahan dan menjadi salah satu media digital untuk memperkenalkan potensi UMKM kepada masyarakat.

Sementara itu, delapan program kerja individu mencakup peningkatan daya saing UMKM melalui inovasi kemasan, pengembangan web app dan dashboard asesmen ketahanan UMKM, sosialisasi legalitas usaha melalui OSS dan SIHALAL, pendataan dan visualisasi profil UMKM, pendampingan sertifikasi halal, penyusunan buku profil UMKM, edukasi higiene sanitasi dan keamanan pangan, serta pemanfaatan sisa makanan menjadi pupuk organik cair melalui program zero waste.

Sejumlah program menghasilkan capaian yang terukur. Program sosialisasi MANTAP, misalnya, berhasil mendampingi tujuh pelaku UMKM memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan tingkat keberhasilan pendampingan mencapai 100 persen. Program SEHATI juga menghasilkan pendampingan dan penerbitan sertifikat halal bagi tujuh pelaku UMKM sektor kuliner.

Pada bidang kesehatan dan keamanan pangan, program GEMAS menunjukkan peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti edukasi. Rata-rata nilai peserta meningkat dari 85,33 pada pre-test menjadi 96,67 pada post-test. Peserta dengan kategori pengetahuan baik juga meningkat dari 76,7 persen menjadi 96,7 persen.

Di bidang pengelolaan data, program MAPPANNESSA menghasilkan database dan infografis profil UMKM yang diterima pihak kelurahan sebagai data awal untuk memahami karakteristik dan kondisi UMKM di wilayah tersebut. 

Selain itu, penyusunan Buku Profil UMKM menghasilkan dokumen yang dapat menjadi media dokumentasi sekaligus basis data awal bagi pengembangan ekonomi lokal.

Pengembangan Web App Asesmen Ketahanan UMKM dan Dashboard Monitoring Berbasis Data juga menghasilkan aplikasi asesmen, database digital, serta dashboard yang terhubung dengan data secara otomatis. 

Sistem tersebut dirancang untuk menghasilkan indeks, kategori, dan rekomendasi berdasarkan kondisi UMKM sekaligus membantu pemerintah kelurahan melakukan pemantauan berbasis data.

Program lainnya berupa peningkatan daya saing melalui inovasi kemasan memberikan pengetahuan kepada pelaku UMKM mengenai penggunaan standing pouch, label, stiker, QR code, serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembuatan logo usaha. 

Sementara itu, program zero waste menghasilkan pupuk organik cair dari sisa makanan serta modul pembelajaran sebagai luaran kegiatan.

Lurah Majjelling Wattang Herman Ompo, S.Pd. mengapresiasi pelaksanaan program kerja mahasiswa dan keterlibatan masyarakat selama kegiatan berlangsung.

“Kami mengapresiasi program-program yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Tematik UMKM Universitas Hasanuddin. Apa yang telah dilakukan tidak hanya memberikan manfaat selama mahasiswa berada di kelurahan, tetapi juga menghasilkan berbagai luaran yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan pemerintah kelurahan,” ujarnya.

Seminar hasil tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan. Program yang dilaksanakan mahasiswa selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 tentang Industri, Inovasi dan Infrastruktur, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui rangkaian program tersebut, mahasiswa KKN Tematik UMKM Gelombang 116 Unhas tidak hanya menyampaikan capaian kegiatan, tetapi juga meninggalkan berbagai luaran yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan pemerintah kelurahan. Program tersebut menjadi bentuk penerapan ilmu lintas disiplin untuk mendukung penguatan UMKM di Kelurahan Majjelling Wattang.

Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...