Menjaga Warisan Budaya, Mahasiswa KKN Unhas Pasang Penanda Jalan Beraksara Lontara di Wanio

Rabu, 12 Agustus 2026
Menjaga Warisan Budaya, Mahasiswa KKN Unhas Pasang Penanda Jalan Beraksara Lontara di Wanio

Menjaga Warisan Budaya, Mahasiswa KKN Unhas Pasang Penanda Jalan Beraksara Lontara di Wanio

Upaya menjaga warisan budaya lokal dilakukan mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melalui pemasangan papan informasi dan penanda jalan beraksara Lontara di Desa Wanio, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang. 

Program yg dilaksanakan baru-baru ini menghadirkan aksara Lontara di ruang publik sekaligus menjadi sarana pengenalan budaya kepada masyarakat dan generasi muda.

Pemasangan penanda jalan tersebut merupakan program kerja individu mahasiswa KKN yang diarahkan untuk memperkenalkan aksara Lontara sebagai bagian dari identitas budaya Sulawesi Selatan. 

Tulisan Lontara disandingkan dengan terjemahan bahasa Indonesia sehingga dapat dipahami sekaligus menjadi media pembelajaran bagi masyarakat.

Sebelum pemasangan, mahasiswa terlebih dahulu menentukan sejumlah titik yang akan dipasangi papan, memastikan nama tempat yang dicantumkan, serta menyiapkan papan penanda yang memuat aksara Lontara beserta terjemahannya.

Setelah seluruh persiapan selesai, mahasiswa bersama masyarakat Desa Wanio melakukan pemasangan pada titik-titik yang telah ditentukan. Warga turut membantu mempersiapkan lokasi dan memastikan papan terpasang dengan baik dan kokoh.

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Dukungan warga menunjukkan adanya perhatian terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadirkan identitas budaya di ruang publik desa.

Melalui penanda jalan tersebut, aksara Lontara tidak hanya ditempatkan sebagai bagian dari sejarah dan warisan budaya, tetapi juga diperkenalkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. 

Kehadirannya di ruang publik diharapkan dapat membuat generasi muda semakin familiar dengan aksara daerah yang menjadi bagian dari identitas budaya Sulawesi Selatan.

Mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 berharap program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Wanio. 

Selain berfungsi sebagai penunjuk informasi, papan beraksara Lontara diharapkan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga dan mengenalkan warisan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan berlangsung lancar melalui kolaborasi mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Wanio. Semangat gotong royong yang terbangun selama pemasangan menjadi bagian dari upaya bersama dalam merawat identitas budaya desa.

Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...