Peta Wilayah Wala Makin Lengkap, Lurah Apresiasi Inisiatif Mahasiswa KKN Unhas

Selasa, 11 Agustus 2026
Peta Wilayah Wala Makin Lengkap, Lurah Apresiasi Inisiatif Mahasiswa KKN Unhas

Peta Wilayah Wala Makin Lengkap, Lurah Apresiasi Inisiatif Mahasiswa KKN Unhas

Peta wilayah Kelurahan Wala, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, kini semakin lengkap setelah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (UNHAS) melakukan pemetaan permukiman, penggunaan lahan, kelompok tani, hingga meninjau kembali batas wilayah kelurahan.

Pemetaan yang berlangsung pada 20 Juli hingga 10 Agustus 2026 tersebut mendapat apresiasi dari Lurah Wala, Nuraeni, S.Sos., M.M. Menurutnya, peta yang dihasilkan dapat membantu kelurahan dan masyarakat memperoleh gambaran wilayah secara lebih jelas, termasuk mengetahui lokasi kelompok tani.

“Peta ini sangat bagus sekali. Di peta ini ditunjukkan titik-titik kelompok tani. Nanti kalau petani datang bisa tahu mengenai titik-titik kelompok tani yang ada di Kelurahan Wala ini,” ujar Nuraeni.

Pemetaan diawali pada 20–29 Juli 2026 dengan mengidentifikasi permukiman penduduk dan penggunaan lahan. Mahasiswa melakukan observasi langsung untuk melihat kondisi wilayah, persebaran permukiman, serta pemanfaatan lahan di Kelurahan Wala.

Hasil observasi kemudian diperkuat dengan pemanfaatan citra satelit Google untuk mencocokkan dan memperjelas kondisi yang ditemukan di lapangan. Data tersebut selanjutnya diolah menjadi peta yang menggambarkan permukiman dan penggunaan lahan di wilayah Kelurahan Wala.

Tahap berikutnya dilakukan pada 30 Juli hingga 5 Agustus 2026 dengan pemetaan kelompok tani. Mahasiswa turun langsung bersama sejumlah kepala kelompok tani untuk memperoleh informasi mengenai lokasi dan persebaran kelompok tani.

Informasi tersebut kemudian digunakan untuk menentukan titik lokasi kelompok tani dan memasukkannya ke dalam peta. Dengan demikian, keberadaan kelompok tani dapat terlihat lebih jelas dan mudah diketahui oleh masyarakat, khususnya petani.

Selain melengkapi informasi permukiman, lahan, dan kelompok tani, mahasiswa juga meninjau kembali batas wilayah Kelurahan Wala. Langkah ini dilakukan setelah ditemukan adanya kekeliruan atau ketidaksesuaian pada batas kelurahan dalam data sebelumnya.

Untuk membantu proses peninjauan, mahasiswa menggunakan arsip Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kelurahan Wala tahun 2010 dan 2020 sebagai bahan pembanding. Arsip tersebut dicocokkan dengan hasil observasi dan pemetaan untuk memperjelas informasi batas wilayah yang ditampilkan dalam peta.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan hingga 10 Agustus 2026 melalui pengolahan, penyesuaian, dan penyempurnaan hasil pemetaan. Peta yang dihasilkan memuat informasi permukiman penduduk, penggunaan lahan, persebaran kelompok tani, serta batas wilayah Kelurahan Wala.

Bagi pihak kelurahan, keberadaan peta tersebut dapat menjadi salah satu sumber data dalam pendataan wilayah dan penyampaian informasi kepada masyarakat. Informasi yang tersaji juga dapat mendukung koordinasi serta perencanaan program di tingkat kelurahan.

Sementara bagi masyarakat, khususnya petani, peta tersebut dapat menjadi media untuk mengetahui lokasi dan persebaran kelompok tani. Kehadiran data wilayah yang lebih lengkap diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh informasi sekaligus memperkuat koordinasi antara kelompok tani dan pemerintah kelurahan.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 UNHAS berharap hasil pemetaan dapat terus dimanfaatkan Kelurahan Wala sebagai sumber informasi wilayah dan mendukung kebutuhan pendataan serta perencanaan pembangunan di masa mendatang.

Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...