Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Hj. Haslindah Syaharuddin, S.Pd, menjadi narasumber pada Pertemuan Advokasi Lintas Sektor Transformasi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang berlangsung di Hotel Grand Sidny, Kabupaten Sidrap, Senin (3/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur lintas sektor, di antaranya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Bapperida, DPRD, BKKBN, Tim Pembina Posyandu, para camat, Dinas Kesehatan, puskesmas, serta perwakilan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Pertemuan ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan dasar yang lebih terpadu dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dalam paparannya, Haslindah menjelaskan, Gerakan PKK merupakan mitra strategis pemerintah yang memiliki jaringan hingga tingkat dasawisma. Dengan jaringan tersebut, PKK berperan penting dalam menggerakkan kader, membina Posyandu, serta mengedukasi masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Menurutnya, transformasi Posyandu menuju Integrasi Layanan Primer merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih menyeluruh.
Posyandu kini tidak lagi berfokus pada pelayanan ibu hamil, bayi, dan balita, tetapi berkembang menjadi pusat pelayanan kesehatan sepanjang siklus hidup, mulai dari remaja, usia produktif, hingga lanjut usia.
"Melalui sinergi lintas sektor, PKK terus berkomitmen mendukung percepatan penurunan angka stunting, kematian ibu, dan kematian bayi. Peran kader PKK dan kader Posyandu menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta mendorong masyarakat untuk aktif memanfaatkan layanan Posyandu," ujar Haslindah.
Ia juga menegaskan, TP PKK Kabupaten Sidrap akan terus memperkuat kapasitas kader melalui berbagai pelatihan, pendampingan lapangan, optimalisasi data dasawisma, serta mempererat kolaborasi dengan pemerintah daerah, puskesmas, pemerintah desa dan kelurahan, serta seluruh pemangku kepentingan.
Di akhir penyampaiannya, Haslindah mengajak seluruh kader PKK, kader Posyandu, pemerintah desa dan kelurahan, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengaktifkan kembali dasawisma, meningkatkan kompetensi kader, membudayakan kehadiran rutin di Posyandu, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor demi terwujudnya keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidrap, Dr. Ishak Kenre, SKM., M.Kes., menegaskan transformasi Posyandu menuju era baru melalui Integrasi Layanan Primer harus diwujudkan secara nyata di lapangan.
Ia berharap implementasi Posyandu ILP tidak berhenti pada pemenuhan laporan administrasi semata, tetapi benar-benar menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, terintegrasi, mudah diakses masyarakat, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
"Kita berharap transformasi Posyandu ILP menjadi awal perubahan menuju pelayanan kesehatan yang lebih baik. Jangan hanya sebatas administrasi, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegas Ishak.
Melalui pertemuan advokasi lintas sektor ini, seluruh peserta berkomitmen memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan dukungan bersama dalam menyukseskan transformasi Posyandu Integrasi Layanan Primer sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sidrap.
Pewarta: MUHAMMAD ASRUL
Editor: NURYADIN SUKRI